daerah

Usai Pecahkan Tiga Rekor MURI, Pramuka Surabaya Minta 'Hadiah' Bumi Perkemahan Permanen

Selasa, 21 Juli 2026 | 15:04 WIB
Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Siti Maryam

NAWACITAPOST.COM – Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Siti Maryam, menegaskan kebutuhan akan bumi perkemahan permanen di Kota Pahlawan sudah tidak bisa lagi ditunda. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan pembinaan karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Maryam yang juga anggota Komisi C DPRD Surabaya mengatakan, memasuki Musyawarah Cabang (Muscab) Pramuka yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, salah satu harapan besar Kwarcab Surabaya adalah memperoleh dukungan pemerintah berupa penyediaan bumi perkemahan.

"Harapan kami setelah Pramuka Surabaya berhasil meraih tiga Rekor MURI adalah mendapatkan hadiah berupa bumi perkemahan. Pada 14 Agustus nanti Pramuka genap berusia 65 tahun. Menurut kami, bumi perkemahan ini sudah sangat urgen," ujar Siti Maryam, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai, hingga kini Surabaya menjadi salah satu daerah yang belum memiliki bumi perkemahan permanen, padahal hampir seluruh kabupaten/kota lain telah memilikinya.

Menurut Maryam, kondisi tersebut membuat berbagai kegiatan kepramukaan harus berpindah-pindah lokasi dan sering terkendala izin penggunaan lahan.

"Olahraga tinju punya sasana, balap punya sirkuit, sepak bola punya stadion. Lalu Pramuka kalau mau berkemah di mana? Di sekolah lapangan dipakai parkir, rumput tidak boleh dipakai, pindah ke tempat lain juga sering tidak diperbolehkan. Padahal Pramuka identik dengan alam dan kegiatan outdoor," tegasnya.

Ia mengingatkan, tanpa inovasi dan dukungan sarana yang memadai, Gerakan Pramuka dikhawatirkan semakin sulit menarik minat generasi muda.

"Kalau tidak segera ada inovasi, Pramuka hanya tinggal menunggu waktu. Solusinya adalah bumi perkemahan. Daerah lain sudah punya, tinggal Surabaya yang belum," katanya.

Maryam mengungkapkan, usulan pembangunan bumi perkemahan telah mendapat dukungan lintas komisi di DPRD Surabaya. Bahkan, sejumlah lahan milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal dinilai berpotensi dijadikan lokasi.

Salah satu kawasan yang pernah dibahas berada di wilayah pesisir timur Surabaya dengan pemandangan Jembatan Suramadu. Menurutnya, terdapat hamparan lahan puluhan hektare yang masih belum termanfaatkan secara maksimal.

"Pramuka sebenarnya hanya membutuhkan sekitar lima hektare. Dibandingkan luas lahan yang ada, kebutuhan itu sangat kecil. Memang mungkin perlu pengurukan, tetapi ini sangat layak dipertimbangkan karena manfaatnya besar," ujarnya.

Lebih jauh, Maryam menilai bumi perkemahan tidak hanya dimanfaatkan oleh Pramuka, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kawasan outbound dan wisata edukasi yang terbuka bagi masyarakat.

"Kalau dikembangkan menjadi bumi perkemahan sekaligus outbound bertaraf nasional, saya yakin bisa menjadi sumber pendapatan daerah. Yang dibutuhkan tidak terlalu besar, hanya lahan, fasilitas dasar seperti MCK, kemudian sarana outbound. Bukan hanya Pramuka yang memakai, tetapi juga anak-anak, remaja, sekolah, hingga masyarakat umum," jelasnya.

Ia mencontohkan kawasan bumi perkemahan di Wonosalam yang selalu dipenuhi pengunjung meski hanya memiliki fasilitas sederhana.

Halaman:

Tags

Terkini