daerah

Proyek Rp7,9 Miliar Pasar Kembang Dikebut, Komisi B Minta Evaluasi Pengelolaan

Kamis, 8 Mei 2025 | 16:32 WIB

NAWACITAPOST.COM - Komisi B DPRD Kota Surabaya mengambil langkah tegas dengan meninjau langsung proyek revitalisasi Pasar Kembang yang disebut telah mencapai progres 90 persen. Proyek senilai Rp7,9 miliar itu ditargetkan rampung pada 16 Mei 2025.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Faridz Afif, menegaskan bahwa pembangunan sisi utara pasar telah rampung dan hanya menunggu waktu peresmian.

"Sisi utara sudah selesai semua, tinggal peresmian ya, Pak Dirut," tegas Faridz kepada Dirut PD Pasar Surya saat berada di lokasi, Kamis (8/5/2025).

Baca Juga: Empat Remaja Diamankan Usai Tawuran, DPRD Surabaya Usulkan Pelatihan dan Kurikulum Khusus

Namun demikian, ia tidak menutup mata terhadap sejumlah pekerjaan yang belum selesai, khususnya di sisi selatan pasar. Faridz menyebut sudah ada komunikasi dengan Bank Jatim terkait rencana bantuan lanjutan untuk penyelesaian pembangunan.

Ia menekankan pentingnya penataan pasar secara menyeluruh agar lebih layak dan dapat menjadi ikon kota. “Pasar Kembang ini adalah ikon Surabaya, jadi perlu banyak pembenahan, baik tampilan luar maupun fasilitas dalamnya. Kalau tempat baru, ya seperti meja-meja pedagang juga perlu ditata bagus,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar pengelolaan surat sewa stand tidak luput dari pengawasan. Faridz mengkritisi praktik lama yang kerap menimbulkan masalah. “Selama ini klasik, ada yang sewa sampai 30 tahun, ini yang perlu kita cek lagi agar tidak kecolongan,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pengembang Serahkan Pengelolaan Air ke PDAM

Pendampingan hukum oleh Datun Kejari Perak disebut telah dilakukan untuk memastikan legalitas proyek. “Alhamdulillah saat ini sudah didampingi juga oleh Datun Kejari Perak dan disepakati bahwa progres sudah 90 persen lebih. Tanggal 16 Mei ditargetkan selesai dan 17 Mei bisa dilakukan serah terima,” jelas perwakilan PD Pasar Surya.

Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, menambahkan bahwa kerja sama dengan Bank Jatim dilakukan dalam bentuk skema bisnis murni. “Nantinya akan ada pengelolaan titik reklame yang keuntungannya dialokasikan untuk pembangunan lanjutan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa konsep tersebut dirancang agar tidak membebani APBD.

Agus juga memaparkan kapasitas baru pasar pasca-revitalisasi. “Lantai 2 ada 260 unit kios, dan kalau ditambah hasil kerja sama dengan Bank Jatim, bisa mencapai 400 pedagang. Mereka bahkan minta tambah, artinya ini menunjukkan animo yang tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga: Izin Tak Sesuai, DPRD Surabaya Panggil Pengelola 129 SPA

Selain itu, ia menyampaikan bahwa sistem penataan ulang juga menyentuh aspek legalitas dan monetisasi agar praktik sewa jangka panjang yang bermasalah tidak terulang. Dokumen-dokumen kepemilikan stand kini tengah dibenahi secara administratif.

Soal fasilitas umum, seperti parkir dan keamanan, Agus menjelaskan bahwa lahan untuk 40-50 mobil telah disiapkan, dan area motor dirancang fleksibel meskipun sebagian lahan terpotong pembangunan tangki air darurat. “Tangki itu dibangun sebagai antisipasi bencana seperti kebakaran,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini