Minggu, 19 Juli 2026

Empat Remaja Diamankan Usai Tawuran, DPRD Surabaya Usulkan Pelatihan dan Kurikulum Khusus

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 8 Mei 2025 | 09:43 WIB
Ketua Fraksi PDIP–PAN DPRD Surabaya, Budi Leksono (Nawi)
Ketua Fraksi PDIP–PAN DPRD Surabaya, Budi Leksono (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Aksi tawuran antar kelompok remaja kembali terjadi di kawasan Tenggumung Karya Lor, Semampir, Surabaya, pada Senin, 7 April 2025. Dalam insiden tersebut, empat remaja diamankan bersama sejumlah senjata tajam dan busur panah.

Menanggapi kejadian itu, Ketua Fraksi PDIP–PAN DPRD Surabaya, Budi Leksono, menilai kenakalan remaja harus diselesaikan dari akar masalahnya.

“Dicari dulu apa penyebabnya. Apakah karena kurang komunikasi dengan keluarga, sebab jarang diajak bicara. Atau mungkin karena minat dan bakatnya tidak tersalurkan karena faktor ekonomi,” ujar Budi Leksono, Selasa (6/5/2025).

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pengembang Serahkan Pengelolaan Air ke PDAM

Menurut legislator yang akrab disapa Buleks ini, anak-anak remaja perlu ruang yang tepat untuk menyalurkan potensi mereka. Ia menyebutkan pentingnya memberikan wadah bagi remaja agar tidak salah arah.

“Misalnya kalau mereka punya keterampilan di seni lukis atau menggambar, diberikan akses menggambar mural di titik-titik kota. Atau kalau mereka hobinya bertarung, bisa disalurkan lewat sasana tinju, perguruan karate dan sejenisnya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa minat remaja yang dikelola dengan baik bisa membawa dampak positif.

“Yang hobi bertarung mendapat pelatihan di sasana tinju atau perguruan karate bisa menjadi atlet berprestasi. Sehingga tidak malah digunakan untuk menyakiti orang lain,” tambahnya.

Baca Juga: Izin Tak Sesuai, DPRD Surabaya Panggil Pengelola 129 SPA

Buleks juga menyatakan bahwa proses hukum bukanlah solusi utama bagi pelaku tawuran remaja. Ia menilai pemidanaan justru bisa memperburuk perilaku mereka.

“Bisa jadi usai mendapatkan sanksi, kenakalannya bertambah. Maka sebaiknya ada pendekatan yang lebih membina,” tegasnya.

Ia bahkan mengusulkan pembentukan kurikulum khusus bagi remaja bermasalah dalam sebuah barak pendidikan karakter saat libur panjang sekolah.

“Di dalam barak tersebut diajarkan materi norma sosial masyarakat, nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, dan bela negara untuk memperkuat rasa tanggung jawab dalam berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini