Jumat, 5 Juni 2026

Peringatan HAN, Walikota Blitar Apresiasi Kreatifitas LPKA Kelas 1 Blitar dalam Beri Bekal Kehidupan

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Jumat, 21 Juli 2023 | 22:23 WIB

NAWACITApost.com  - Wali Kota Blitar Santoso menghadiri perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak ( LPKA ) kelas 1, bertempat di Aula LPKA kelas 1, pada Jumat (21/7/2023).

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, beberapa bulan yang lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar telah berusaha berkolaborasi dengan LPKA kelas 1 Blitar, terutama di dalam bagaimana menangani anak-anak yang sedang menjadi binaan LPKA kelas 1 Blitar.

-


"Karena kita tahu bahwa dari jumlah penghuni sejumlah 73 bukan murni dari Blitar tetapi seluruh Jawa Timur. Terlepas dari itu semua ini merupakan tanggungjawab kita bersama. Maka dari beberapa bulan yang lalu kita sudah berkolaborasi melalui insiatif Kecamatan Sananwetan dan berkolaborasi dengan program-program secara kolaboratif di dalam pembinaan. Ada dari Kemenag, Dinas Koperasi, Kodim dan Polres yang masing-masing memberi materi dengan harapan kita anak-anak keluar dari LPKA betul-betul telah insaf dan sadar. Juga memiliki bekal dimasyarakat nanti," jelas Santoos.

Santoso bersyukur setelah mengamati anak-anak LPKA telah berhasil mengasah skill yang didapat selama mereka dalam pembinaan LPKA. Skill itu harus terus dikembangkan, supaya telah terjun kembali di masyarakat mereka bisa menopang kehidupan keluarganya dengan mencari penghasilan yang benar.

-


“Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa yang diharapkan, termasuk proses pembelajaran yang ada disini berkerjasama dengan dinas pendidikan mulai kejar paket A, B dan kejar paket C selalu diberikan agar hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal dengan anak-anak lainnya," jelasnya.

Oleh karena itulah Santoso mengatakan peringati hari Anak Nasional sekarang ini merupakan sarana untuk introspeksi diri agar bisa betul-betul membimbing memberikan arahan kepada anak-anak.

Santoso juga berpesan kepada anak-anak bahwa mereka merupakan generasi penerus perjuangan bangsa. Tidak menutup kemungkinan anak-anak yang sekarang ini sedang dibina di lapas ini, ketika menyadari kesalahan bisa berubah menjadi lebih baik.

“Kemudian berubah menjadi manusia- manusia yang baik, sadar akan peran tanggung jawab ke depan nanti. Tidak menutup suatu kemungkinan akan menjadi orang-orang yang memimpin negeri ini," pesannya.

Terakhir Walikota Blitar Santoso menyampaikan, dengan bekal yang mereka dapat agar anak-anak menjadi sadar saat mereka keluar dari LPKA kelas 1 ini mereka menyadari atas semua kesalahannya dan kembali kejalan yang benar.

Kembali ke masyarakat agar mereka tidak canggung lagi, karena sudah dibekali selama di LPKA . Santoso sangat mengapresiasi atas kehadirannya Kantor Kantor Wilayah ( Kakanwil ) Kemenkumham Propinsi “Jatim maupun PKBI Jatim maupun pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini," jelasnya.

Berharap, Mudah-mudah melalui peringatan Hari Anak Nasional ini mereka menyadari kesalahannya dan kembali ke jalan yang benar," pungkasnya.

-
Kakanwil Kemenkumham Propinsi Jatim Drs.Imam Jauhari.MH saat diwawancarai media Nawacitapost.com

Sementara itu Kakanwil Kemenkumham Propinsi Jatim Drs.Imam Jauhari.MH mengatakan, apa yang telah disampaikan oleh Walikota Blitar. Peringatan Hari Anak Nasional dilaksanakan didepan anak-anak bermasalah dengan hukum. Diperlihatkan juga program-program yang telah diberikan oleh steakholder dan PKBI dan lain-lain.

Dan harus diakui anak yang bermasalah dengan hukum didalam, tetapi kegiatannya sama seperti diluar. Sama memperoleh pendidikan sama memperoleh sesuatu hal yang berkelakuan dengan akhlak

“Karena LPKA Kelas 1 Blitar berkerjasama dengan steakholder seperti Dinas Pendidikan dan dinas Agama dan sebagainya. Didalam juga dapat menyalurkan bakat anak-anak dan pendidikan dari tingkat SD,SMP dan SMA," katanya.

Imam Jauhari menambahkan, untuk menyalurkan bakat dimana anak yang mempunyai keahlian dibina oleh PKBI. Pembinaan juga dalam bidang pertanian dan peternakan. Sehingga anak yang mempunyai permasalah dengan hukum disini dirubah mensetnya mental,nanti setelah keluar dari LPKA tidak melakukan hal lagi.

“Harapan saya untuk kedepannya kita meningkatkan pembinaan yang sudah dilakukan agar supaya dapat betul dirasakan oleh seluruh anak-anak yang sedang bermasalah dengan hukum. Sehingga nantinya dapat bermanfaat juga bagi masyarakat umum. Anak-anak tetap bersemangat untuk berfikir kreatif dan terus berkarya serta membangun konsep diri yang positif," pungkasnya.

Penulis : Frins Maurins

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini