Kamis, 4 Juni 2026

Diberitakan Lakukan Pungli, Ketua RW01 Sememi: Saya Sangat Tersinggung

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Sabtu, 28 Januari 2023 | 01:53 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Ketua RW01 kelurahan Sememi kecamatan Benowo Surabaya, Mahfud membantah pemberitaan bahwa dirinya melakukan pungutan liar (Pungli) ke beberapa warganya yang pindah masuk.

Tuduhan yang termuat di salah satu media tersebut disampaikan saat Reses jaring aspirasi Mochamad Machmud anggota Komisi A DPRD dari Partai Demokrat di wilayah RT 2 RW 1 Sememi.

Dalam hal ini, Ketua RW Mahfud berdalih, semua penarikan dana-dana pindah masuk itu dilakukan atas dasar Musyawarah mufakat para RT yang nantinya akan digunakan sebagai dana operasional kampung dan itu bisa dipertanggung jawabkan.

"Saya sangat tersingung kalau itu disebut pungli, karena itu adalah kesepakatan para RT dan RW," ucapnya kepada awak Nawacitapost.com, Jumat 27 Januari 2023.

Mahfud juga mengatakan ini adalah bentuk gotong royong warga dan keguyuban dalam bermasyarakat. "Toh ini uangnya juga kembali untuk warga. Dan seharusnya, seorang anggota DPRD tidak hanya sekedar menyalahkan bisa memberikan pemahaman," tegasnya.

Karena, jelas Mahfud, tidak semua kebutuhan warga kampung bisa di tanggung pemerintah termasuk kaitan tanah makam.

"Makam milik warga lama sudah penuh, dan semua orang yang beli kapling dan pindah kesini, dari pengapling tidak menyediakan fasilitas apa-apa," kata Mahfud.

"Makanya, hal ini (tarikan, red) oleh Lurah di biarkan supaya bisa berjalan (penambahan area pemakaman, red)," jelasnya.

Ketua RW1 Mahfud juga menyayangkan ucapan Anggota Dewan terkait RT dan RW sudah di gaji oleh pemerintah.

"Apa itu benar, kalau itu dikatakan gaji berarti kan pemerintah kota tidak taat tentang aturan upah atau Gaji," tanyanya.

"Saat melakukan serap aspirasi, Anggota Dewan Sebaiknya memberi solusi yang terbaik dan mendinginkan. Ini kok malah komentar provokatif di media," tegas Mahfud.

Sebelumnya, muncul berita dari media online tabloidsuksesinasional terkait Reses Jaring Aspirasi anggota DPRD Surabaya, Mochamad Machmud, dengan judul "Reses Anggota DPRD Surabaya, Dimanfaatkan Warga …….”Pungli Marak di RT dan RW Kawasan Sememi”.

Disitu diberitakan saat reses ada seorang ibu bernama Sudarti yang mengadukan Pungli di wilayah RT 2 RW 1 Sememi, tempat ia tinggal.

Menariknya, Ibu ini dengan jelasnya mengatakan, dalam urusan kepindahanya masuk ke Sememi, saat minta surat pengantar ke RT, ia mengaku diminta 1 kursi dan di RW diminta uang Rp.500 ribu.

“Sampai saya tawar Rp 300 ribu, tapi tetap tidak mau. Alasanya untuk membeli tanah makam," akunya dalam pemberitaan tersebut.

"Dengan terpaksa saya bayar meskipun dalam hati mengganjal, tapi kalau tetangga saya Syaiful alasannya beda lagi untuk bayar listrik dan air PDAM," kata Sudarti

Yang lebih fatal, setelah ada Curhatan pungli, dalam berita itu menerangkan bahwa semua warga yang hadir di acara reses mengamini karena banyak yang mengalaminya sendiri.

Menerima aduan tersebut, Machmud disebut awalnya kaget. Dengan raut wajah yang berubah, ia menyayangkan kok masih ada pungli di era kemerdekaan ini. Apalagi sekelas RT dan RW, mereka juga sudah terima gaji dari Pemkot Surabaya.

"Ini sangat menarik, yang pasti akan saya tindak lanjuti, kalau terbukti akan di kenai sanksi, kebetulan saya ada di komisi A," ucapnya, dikutip dari pemberitaan tersebut. (BNW)

 

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini