"Seperti di kita (Lanud S Sukani) mengelola dapur atau unit pelayanan Lanud S Sukani Majalengka," ungkapnya.
Disamping itu, ada lagi dari unit pelayanan Mandiri, seperti Mitra atau pelaku usaha yang telah diletakkan sesuai dengan zonasinya. Sehingga tidak akan tumpang tindih di satu tempat yang berdekatan.
Sehingga semua sekolah yang berada di kabupaten Majalengka dapat terpenuhi dan semua siswa-siswinya mendapatkan makan siang bergizi gratis.
Menurutnya, program makan siang bergizi gratis ini masih dilakukan secara bertahap. Ada beberapa tahapan sesuai kesanggupan zonasi di wilayah itu sendiri dalam menyiapkan makan siang gratis setiap harinya.
"Sehingga nantinya mulai dari TK atau Paud sampai SMA kedepannya akan mendapatkan makan siang bergizi gratis," tuturnya.
Danlanud menambahkan adapun peran TNI/Polri selain pengawasan juga menyiapkan sesuai kebutuhan untuk membuat unit pelayanan. Terlebih di Indonesia sendiri sudah tersebar Lanud (TNI AU).
"Mungkin tahapan awal ini dilaksanakan oleh Lanud-Lanud besar dulu atau di kota kota besar yang mempersiapkan. Tidak menutup kemungkinan Lanud S Sukani Majalengka juga dibutuhkan unit pelayanan," tambahnya.
Program makan siang bergizi gratis ini tentu dibutuhkan kolaborasi semua pihak guna menyukseskan program pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sebab tidak mungkin hanya mengandalkan mitra saja, sehingga semuanya harus bergerak.
"Ini ruang lingkupnya luas. Kita harus berkolaborasi antara pemerintah, TNI/Polri dan mitra," tandasnya.(Defi Ardiansyah)