Kamis, 4 Juni 2026

Tragedi Sepak Bola Berdarah Terjadi Lagi, Armuji: Tidak Ada Pertandingan Seharga Nyawa

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:11 WIB

 

Surabaya NAWACITAPOST - Kericuhan setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam dikabarkan merenggut banyak korban jiwa.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji mengatakan tidak perlu ada pertandingan apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Ia sangat menyayangkan apabila suatu pertandingan sepakbola sampai menimbulkan korban jiwa.

"Tidak ada sepakbola seharga nyawa," kata Wawali Armuji di Surabaya, Minggu (2/10/2022).

Cak Ji sapaanya menyatakan bahwa fanatisme buta harus dilawan. Cak Ji pun berharap tidak ada kejadian serupa di masa mendatang. "Yang meninggal punya orang tua dan punya keluarga. Siapapun dan pendukung manapun, fanatisme buta harus dilawan," kata Cak Ji.

Cak Ji mengatakan sepakbola adalah alat untuk memperkuat semangat persaudaraan sebagai sebangsa setanah air bukan menjadi sarana pemecah belah.

Menurut Cak Ji, loyalitas boleh namun harus memegang teguh norma-norma kemanusiaaan. Dengan kejadian ini semua tidak ada yang untung karena semua tercoreng.

"Saya bonek dengan loyalitas tanpa batas tapi harus menjunjung semangat kemanusian, rasa sebangsa dan setanah air," ujar Cak Ji.

Update terakhir dari Kepolisian, korban kerusuhan sebanyak 127 orang tewas dan dua korban diantaranya adalah anggota Polri.

“Dalam peristiwa tersebut 127 orang meninggal dunia. Dua di antaranya anggota Polri. Yang meninggal di stadion ada 34 (korban) sisanya di rumah sakit saat upaya proses penolongan.” ungkap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta kepada Media, Minggu 2 Oktober 2022.

"Selain itu, 180 orang masih dalam proses perawatan dilakukan upaya penyembuhan,” terangnya.

Supporter keluar di satu titik. Kalau gak salah di pintu 10 atau pintu 12. Di saat proses penumpukan itu terjadi berdesakan sesak napas dan kekurangan oksigen.”

“Tim gabungan sudah melakukan upaya penolongan dan evakuasi ke rumah sakit,” tuturnya.

Di sisi lain, kerusuhan ini juga menyebabkan 13 mobil rusak.

“10 (mobil) di antaranya mobil dinas Polri. Sisanya mobil pribadi,” kata Nico. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini