Tenggarong, NAWACITAPOST.COM - Ditunjuknya Lapas Kelas II A Tenggarong untuk turut ambil bagian pada event TIFAF tahun ini membuktikan bahwa berjalannya program pembinaan kepribadian bagi WBP di Lapas Kelas II A Tenggarong yang terdiri dari seni musik dan tari serta adanya respon positif dari masyarakat terhadap pembinaan warga binaan.
Baca Juga: Maksimalkan Pembinaan, Lapas Tenggarong Hadirkan Psikolog
Hal ini juga tentunya menjadi suatu kebanggaan bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tenggarong di mana Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam Prodeo Art Gallery bakal memeriahkan pagelaran Tenggarong International Folk Arts Festival (TIFAF) 2022 yang diselenggarakan 20-24 Juli 2022.
Untuk seni tari sendiri terbagi dalam 2 tim yang terdiri dari 12 orang WBP, dimana dalam latihannya Lapas Kelas II A Tenggarong bekerja sama dengan Yayasan Gubang untuk melatih kegiatan tersebut.
Agus Dwirijanto mengatakan, mereka akan tampil pada Kamis (21/7/2022) di halaman parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, dengan menampilkan seni tari daerah.
“Selain membawa nama lapas, mereka juga membawa nama diri masing-masing. Sekaligus pembuktian dari hasil pembinaan selama di dalam lapas” lanjut agus.
“Keikutsertaan ke-12 napi tersebut, juga bisa dinilai bagaimana keberhasilan program pembinaan kepribadian WBP di Lapas. Terlebih ini bukan pertama personel Prodeo Art Gallery unjuk gigi. Event sebelumnya di Expo KNPI belum lama ini, menjadi penampilan perdana mereka di hadapan masyarakat luas.” tambah agus.
Rencana jangka panjangnya, pihaknya bakal memanfaatkan program pembinaan untuk lebih berkonsentrasi di bidang seni dan multimedia. Sebagai bekal WBP saat kembali ke masyarakat ketika bebas nanti. Apalagi banyak SDM di lapas yang mumpuni dibidang itu, tutup Kepala Lapas Tenggarong.