Kamis, 4 Juni 2026

Walikota Blitar Santoso Membuka Pelatihan Perkoperasian Bagi Pengelola Bank Sampah

Photo Author
safrianasyahra, Nawacita Post
- Senin, 23 Mei 2022 | 10:17 WIB

Blitar, NAWACITAPOST.COM - Dinas Koperasi dan UMKM Kota Blitar mengadakan pelatihan perkoperasian DAK Non Fisik Peningkatan Kapasitas Koperasi dan UKM (PK2UKM) tahun 2022, secara resmi dibuka Walikota Blitar Drs. H. Santoso, M.Pd, bertempat di Wisma Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kota Blitar, Senin (23/05/2022).

Dalam pelatihan yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kota Blitar, diikuti 80 orang pengurus atau pengelola 40 bank sampah se-Kota Blitar. Kegiatan ini untuk meningkatkan pertumbuhan koperasi dan dapat mendorong pengurus bank sampah membentuk koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

Dalam sambutannya Walikota Santoso mengatakan, koperasi dipandang oleh pemerintah karena koperasi satu-satunya yang betul-betul eksis, ketika dihantam krisis badai ekonomi tahun 87 banyak perusahaan-perusahaan besar yang tumbang.

" Tetapi koperasi mampu bertahan, perputaran ekonomi tetap berjalan dan anggota tetap eksis, sehingga mampu menopang ekonomi masyarakat sampai pada level UMKM, sehingga masyarakat ekonomi kecil dan menengah bisa bergabung,"jelasnya.

“Dimana yang secara rutin mendapatkan pembinaan - pembinaan, modalnya tidak terlalu besar tapi perputarannya di masyarakat bisa berjalan dengan baik,” kata Santoso.

Lebih lanjut Santoso mengatakan, oleh karena itulah keberadaan koperasi di Indonesia tetap dipertahankan, karena memang peran dan fungsinya dalam rangka menjaga ekonomi negara sangat penting sampai pembinaan kebawah.

Santoso juga berharap, khususnya terkait keberadaan koperasi bank sampah lebih memiliki nilai manfaat di kelompoknya masing-masing. Tidak hanya pelatihan saja, tetapi perlu ada pendampingan.

Bank sampah kita ada yang menjalin kerjasama dengan Pegadaian. Dari hasil pemilahan sampah organik, anorganik dan sampah medis bisa ditukarkan emas sekian gram oleh Pegadaian. Nantinya dengan tergabung dalam koperasi memberikan nilai lebih untuk dibina bagaimana mengembangkan yang telah dimiliki itu.

“Jadi pasca pelatihan, nanti akan didampingi oleh petugas dari dinas koperasi, supaya pendirian dari bank sampah yang bergabung dengan koperasi benar-benar punya nilai manfaat bagi kesejahteraan anggotanya bank sampah ,” pungkasnya.

Editor: safrianasyahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini