Minggu, 19 Juli 2026

Sambut Hangat Kepulangan Dua Kloter Jamaah Haji, Forkopimda Kabupaten Nganjuk Ucapkan Selamat Datang

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Kamis, 18 Juli 2024 | 09:53 WIB
Penyambutan Kepulangan Jamaah Haji di Pendopo K.R.T Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, (Foto Sakera Nawacita)
Penyambutan Kepulangan Jamaah Haji di Pendopo K.R.T Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, (Foto Sakera Nawacita)

Farid mengungkapkan, secara teknis jamaah haji yang masih tertinggal di Madinah, akan dititipkan ke kloter berikutnya, yang saat ini masih ada di Madinah.

"Artinya dititipkan ke kloter berikutnya, dititipkan ke kelompok jamaah haji dari Kabupaten atau Kota lain, yang nantinya akan dijemput oleh Pak Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Kasi PHU) di Embarkasi untuk pemulangan ke Kabupaten Nganjuk," pungkasnya.

Baca Juga: Soal Alokasi Tambahan Kuota Haji, Ini Penjelasan Kemenag

Sementara salah satu jamaah haji asal Dusun Sukorejo, Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk Achmad Musyafak ketika diwawancarai mengatakan, suasana di tanah suci memuaskan sekali, menyenangkan sekali, tidak ada rasa lelah, semuanya dilakukan dengan niat ibadah.

Salah satu jamaah haji asal Dusun Sukorejo, Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk Achmad Musyafak ketika diwawancarai tim awak media (Foto Sakera Nawacita)

"Semuanya proses berjalan lancar, tidak ada kendala sama sekali," ucap Achmad Musyafa yang juga Kepala Dusun (Kasun) Sukorejo, Desa Klurahan itu.

Baca Juga: Sellly PDI-P Bilang Hanya 200.362 Jemaah Haji Reguler yang Lunasi Bipih, Kemenag: Salah Baca Data

Menurut Achmad Musyafak berkata, bahwa dirinya mendaftarkan sebagai calon jamaah haji yaitu 12 tahun silam yakni pada tahun 2012.

"Untuk suhu di tanah suci memang panas, tapi kalau semuanya diniati dengan ibadah semuanya akan baik-baik saja, dan untuk fasilitas baik sekali," kata Achmad Musyafak.

Achmad Musyafak menambahkan, untuk doa khusus yaitu doa sapu jagat.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

yang artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Baca Juga: Kemenag Pastikan Pengurusan Slot Time Penerbangan Jemaah Haji Kewajiban Maskapai

"Selamat di sana doa fokus pada doa sapu jagat," imbuhnya.

Achmad Musyafak mengungkapkan, selama ada di sana hingga saat ini yang masih ada di benak dan tidak bisa dilupakan adalah kita bisa menghadap Ka'bah, ada rasa kagum kena di dunia hanya ada satu di Masjidil haram.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini