Sementara Faizal Ansyori dalam materinya menyampaikan tantangan dan peluang generasi Z dalam mempersiapkan dirinya untuk bela negara dengan konsep millenial dan sesuai karakteristik, potensi serta nilai yang telah dimilikinya.
"Dari karakteristiknya gen z sebagai generasi digital native yang multitasking, kreatif dan inovatif. Gen Z sebagai agent of change juga mampu berperan di masyarakat menjadi mentorship dan bimbingan dalam pengembangan konten edukatif di media sosial untuk kampanye cinta tanah air dan kebangsaan serta nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan bagi generasi serta ikut mengedukasi menjadi Pemuda pelopor dalam pengembangan ekonomi kreatif," ujar pria asal Kertosono yang aktif di berbagai organisasi keagamaan kemasyarakatan dan pendidikan.
Baca Juga: Teliti Jamur Jakaba, Dosen STKIP PGRI Nganjuk Gandeng Kemdikbud
Faizal Ansyori menambahkan, meski memiliki kekuatan dan keterampilan di bidang teknologi, perlunya kolaboratif lintas generasi untuk memperkuat peran Gen Z di masyarakat terutama oleh Gen X maupun Gen Baby Boomer yang telah lebih dahulu Malang melintang serta mampu berbagi pengalaman dan jaringan maupun program berbasis kemasyarakatan agar peran pemuda Gen Z lebih optimal dalam implementasinya.
Sementara itu, Anita Budi Rahayu Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nganjuk dalam sesi selanjutnya itu memberikan penguatan peran pelajar dalam mengimplementasikan merdeka bhakti pertiwi serta mengenali jati dirinya.
"Sebagai generasi yang juga berkewajiban untuk berjuang tidak melalui angkat senjata, namun dengan bakat, ketrampilan dan prestasinya," ujarnya.
Baca Juga: Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila ke-79, Pj Bupati Nganjuk Bacakan Pidato Kepala BPIP RI
Sementara penyampaian materi terakhir dari berasal dari Triana Wuri C, yang menjadikan lebih menarik adalah dengan di selingi dengan permainan yang interaktif dan edukatif serta penanaman cinta tanah air melalui lagu tanah airku yang di nyanyikan secara bersama - sama.
Triana Wuri mentimulasi para peserta untuk berani menyampaikan pendapat dan melatih kerjasama antar peserta dalam menyelesaikan setiap tugas dan masalah yang dihadapi melalui simulasi origami perahu kertas.
Baca Juga: Pdt Gomar Gultom Raih Penghargaan Ikon Prestasi Pancasila
Adellya Anggun A, salah satu peserta pelatihan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut telah memberikan wawasan baru baginya tentang pentingnya memahami dan menjaga keberagaman Indonesia.
"Saya merasa semakin termotivasi dan mengambil nilai filosofis serta aplikatif yang disampaikan oleh para pemateri untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa terutama di masyarakat sekitar kita setelah mengikuti kegiatan ini. Terima kasih Bakesbangpol Nganjuk," tutur Adellya dengan antusias.
Artikel Terkait
Teliti Jamur Jakaba, Dosen STKIP PGRI Nganjuk Gandeng Kemdikbud
Sambut Hari Sumpah Pemuda, Polsek Jatikalen dan STKIP PGRI Nganjuk Lakukan Aksi SosialĀ
Bakesbangpol Sosialisasikan Pilkada Kabupaten Serang 2024 ke Kaum Milenial
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila ke-79, Pj Bupati Nganjuk Bacakan Pidato Kepala BPIP RI
Pdt Gomar Gultom Raih Penghargaan Ikon Prestasi Pancasila
Diaspora Asal Nganjuk, Harry Ong Ajak Mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk Ambil Peran Dalam Persaingan Global