Minggu, 19 Juli 2026

Wujud Kekompakan dan Kerukunan Lingkungan, Komunitas Salam Aeeem Pertheloen Adakan Makan Bersama

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 19 Juni 2024 | 06:00 WIB
Komunitas Salam Aeeem Pertheloen ketika mengadakan acara makan bersama  (Foto Sakera Nawacita )
Komunitas Salam Aeeem Pertheloen ketika mengadakan acara makan bersama (Foto Sakera Nawacita )

Baca Juga: Lima Tahun Mengabdi, ASN Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Gelar Acara Syukuran dan Makan Bersama

Warga lingkungan sekitar pertigaan yang tergabung dalam komunitas "Salam Aeeem Pertheloen" yang lagi menikmati makan (Foto Sakera Nawacita )

"Untuk bahan makanan semuanya Swadaya dari lingkungan, seperti lele, tempe, dan urap-urap. Artinya ada yang membawa beras, ada yang membawa sayuran, juga lauk seperti lele dan tempe dan sebagainya," ujar Dwi.

Dwi menjelaskan, yang berkesempatan makan tidak hanya dari lingkungan pertigaan atau Pertheloen saja maupun komunitas Salam Aeeem, dari RW atau RT juga berkesempatan ikut makan hingga puas dan kenyang.

Baca Juga: Mengenal Megibung, Tradisi Makan Bersama Di Bali

Makanan yang disiapkan saat acara makan bersama oleh komunitas "Salam Aeeem Pertheloen" (Foto Sakera Nawacita )

"Tak hanya itu tetangga Desa ataupun orang yang melintas juga berkesempatan makan seadanya, dan bebas tidak dipungut biaya alias gratis," terangnya.

Menurut Dwi mengatakan, biasanya disiapkan nasi sekitar 5 kilogram, dan untuk hari ini kayaknya lebih dari 5 kilogram, yang pasti targetnya habis hingga tinggal wadahnya saja.

Baca Juga: Kapolsek Tualang dan Koramil 10 Perawang makan bersama dalam rangka bersenergi TNI-POLRI Sekaligus Memeriahkan HUT Ke-75 TNI

Komunitas "Salam Aeeem Pertheloen" ketika mengucapkan salam sambil mengangkat tangan seperti orang yang lagi makan (Foto Sakera Nawacita )

"Untuk sayur biasanya pakai daun singkong, daun pepaya, juga jantung pisang atau ontong terus dibikin urap, setiap mengadakan makan bersama selalu tidak ketinggalan urap, hanya hari ini pakai terancam timun dikarenakan waktu sudah terlalu malam dan tidak sempat untuk memasak sayurnya," pungkasnya.

Diakhir acara makan bersama mereka kompak mengucapkan salam komunitasnya yaitu "Salam Aeeem Pertheloen".

 

 

 

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini