NAWACITAPOST.COM — Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi (Barikade 98) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (3/9/2025).
Ketua DPW Barikade 98 Jatim, Boby Wijono, menegaskan aksi ini berdiri sendiri dan tidak ada kaitannya dengan kelompok lain.
“Kami tegaskan, aksi Barikade 98 tidak ada hubungannya dengan rencana aksi lain. Kami turun dengan isu dan tuntutan berbeda, fokus pada korupsi, pungli pendidikan, dan mosi tidak percaya terhadap Gubernur Khofifah,” tegas Boby, Rabu (27/8/2025).
Dalam aksi ini, Barikade 98 membawa tiga isu utama:
1. Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp7,8 Triliun
“Kami mendesak penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah APBD Jatim 2020–2021 senilai Rp7,8 triliun. Publik berhak tahu ke mana uang rakyat itu dipakai,” ujar Boby.
2. Hapus Pungli di Dunia Pendidikan
Barikade 98 menyoroti kasus pungli di sekolah, termasuk dugaan jual-beli seragam di SMKN 1 Jabon, Sidoarjo.
“Ini mencoreng pendidikan kita. Kami menolak keras praktik pungli di sekolah yang hanya membebani orang tua siswa,” tegasnya.
3. Mosi Tidak Percaya terhadap Gubernur Khofifah
“Dengan berbagai masalah ini, kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap Gubernur Khofifah. Rakyat butuh pemimpin yang bersih, transparan, dan berpihak kepada masyarakat,” ungkap Boby.
Boby juga menyoroti peran aparat keamanan yang akan diterjunkan untuk mengawal aksi ribuan massa tersebut.
“Tugas polisi adalah melindungi rakyat, bukan pejabat. Itu jelas diatur dalam Pasal 5 ayat (1) UU Kepolisian dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945. Jadi, pengamanan harus netral dan menjamin hak rakyat menyampaikan pendapat,” tandasnya.
Menurut Boby, aksi 3 September akan menjadi tekanan nyata bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.