Kamis, 4 Juni 2026

Festival Mangrove Ke-VI di Sumenep, Gubernur Khofifah Tanam 22.500 bibit mangrove

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 1 Januari 2024 | 21:37 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menaman 22.500 bibit mangrove di Festival Mangrove Ke-VI yang digelar Pemprov Jatim di Sumenep (Nawi)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menaman 22.500 bibit mangrove di Festival Mangrove Ke-VI yang digelar Pemprov Jatim di Sumenep (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Kabupaten Sumenep menjadi saksi gelaran Festival Mangrove Ke-VI yang penuh semangat, di mana Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung menanam 22.500 bibit mangrove pada acara yang digelar pada Selasa (26/12).

Festival ini bukan hanya ajang penanaman, tetapi juga merupkan bentuk sedekah oksigen untuk menjaga keseimbangan alam.

Dari total bibit mangrove tersebut, Gubernur Khofifah turut memimpin penanaman 2.500 bibit di Taman Merdeka Kalianget, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Salurkan Bansos dan Tali asih di Probolinggo

Sementara itu, 20.000 bibit sisanya disebar di 40 Desa Pesisir di Kabupaten Sumenep, termasuk di kepulauan yang menjadi fokus kegiatan Festival Mangrove kali ini.

Sumenep dipilih sebagai lokasi festival karena 45% kawasan mangrove eksisting di Jawa Timur berada di daerah ini, memberikan potensi manfaat tinggi, terutama bagi masyarakat kepulauan.

Setelah menanam mangrove, Gubernur Khofifah bersama pejabat setempat melakukan penanaman simbolis Pohon Cemara Udang sebanyak 400 batang.

Baca Juga: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan harga bahan pokok di Pasar Krian, Kabupaten SidoarjoPeninjauan ini dilakukan untuk m

Selain itu, dilakukan pelepasliaran burung air Pecuk Padi Hitam sebanyak 4 ekor dan burung tekukur sebanyak 100 ekor.

Dalam arahannya, Khofifah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sedekah oksigen untuk menjaga keseimbangan alam. Ia menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan tanaman mangrove setelah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan.

"Artinya, menanam itu tidak pakai menunggu hari tertentu. Setiap hari kalau bisa menanam, menanam lah. Karena jadi bagian sedekah oksigen. Tapi ini hanya akan menjadi sedekah oksigen kalau setelah ditanam juga dipelihara. Sebab kalau setelah ditanam tidak dipelihara, ya nggak jadi apa-apa," ungkapnya.

Baca Juga: HKSN 2023, Gubernur Khofifah resmikan Gedung Asrama pelayanan PMKS

Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2020, telah dilaksanakan penanaman mangrove di pesisir Jawa Timur melalui dana APBD, APBN, dan dukungan pihak lainnya, dengan total 2.015,08 hektar atau sekitar 7.108.447 batang bibit mangrove. Kegiatan ini termasuk dalam Festival Mangrove Ke-VI.

Kegiatan penanaman bibit mangrove juga merupakan bagian dari penanaman Multipurpose Tree Species (MPTS) di berbagai daerah, seperti penanaman cemara gunung di Cangar dan bibit mangrove di Kraksaan, Probolinggo.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini