NAWACITAPOST.COM – Kekosongan jabatan Komisaris dan Direksi di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi sorotan tajam. Fraksi PPP–PSI DPRD Jatim menilai kondisi ini sebagai krisis kepemimpinan yang dapat mengancam kinerja dan keberlangsungan usaha BUMD.
Empat BUMD besar yang mengalami kekosongan manajemen puncak hingga nyaris setahun itu adalah PT BPR Jatim, PT Jatim Graha Utama (JGU), PT Panca Wira Usaha (PWU), dan PT Air Bersih Jatim.
“Ini bukan sekadar masalah administratif. Ini menyangkut arah dan kelangsungan bisnis BUMD yang seharusnya menopang ekonomi daerah. Tanpa pemimpin, bagaimana perusahaan bisa bergerak?” tegas Erick Komala, juru bicara Fraksi PPP–PSI, dalam rapat Paripurna DPRD Jatim, Kamis (15/5/2025).
Erick menyesalkan lambannya proses seleksi, meski Panitia Seleksi telah dibentuk sejak Juni 2024. Hingga kini, tidak ada kejelasan siapa yang akan mengisi jabatan strategis tersebut. Ia juga menyoroti kurangnya transparansi dalam proses tersebut.
“Ini alarm bagi Pemprov. Kita sudah gelontorkan triliunan rupiah ke BUMD, tapi hasilnya tidak sebanding. Sementara manajemen puncak justru kosong. Ini harus segera dibenahi,” ujarnya.
Data menunjukkan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024 dari BUMD hanya mencapai 99,70% dari target. Angka itu dinilai stagnan jika dibandingkan dengan penyertaan modal daerah yang telah mencapai Rp4,162 triliun.
Baca Juga: Bongkar Kredit Fiktif Rp569 Miliar Bank Jatim, Erick Komala Desak DPRD Bentuk Pansus
Tak hanya soal jabatan kosong, Erick juga mengungkap persoalan lain di internal BUMD, mulai dari disharmoni antara Komisaris dan Direksi hingga minimnya koordinasi yang berujung stagnasi kinerja bahkan konflik manajemen.
“Kita tidak ingin BUMD menjadi ‘ladang nyaman’ yang miskin prestasi. Butuh kepemimpinan yang kuat, transparan, dan profesional. Kalau tidak segera diisi, maka kita sedang membiarkan perusahaan-perusahaan daerah ini berjalan tanpa arah,” ujarnya lagi.
Fraksi PPP–PSI mendesak Gubernur Jawa Timur untuk bertindak cepat dan mengambil langkah konkret, baik dalam mempercepat rekrutmen pimpinan BUMD maupun melakukan restrukturisasi manajemen.
Baca Juga: Menarik! Pakai food truck VW Kombi Klasik, Erick Komala Ajak Masyarakat 'Bukber On The Road'
“Ini soal tanggung jawab publik dan marwah pemerintahan. Jangan tunggu BUMD bangkrut dulu baru sibuk bersih-bersih,” pungkas Erick dengan nada keras. ***