Dari sisi anggaran, Aning menyebut nominal Rp10,3 miliar untuk program pengentasan pengangguran masih sangat kecil dan tidak mencerminkan keseriusan Pemkot.
“Padahal ini program prioritas Wali Kota. Kalau memang serius, harusnya ada roadmap jelas di RPJMD. Dalam lima tahun ke depan, harus bisa diukur, dalam satu tahun APBD bisa mengurangi pengangguran berapa persen,” tandasnya.
Aning kembali menegaskan bahwa tanpa validasi data yang kuat dan intervensi kebijakan yang berbasis pada kebutuhan riil di lapangan, target pengurangan pengangguran hanya akan menjadi angka-angka semu di atas kertas. ***