Senin, 20 Juli 2026

Reses di Kalijudan, Erick Komala Soroti Zonasi PPDB dan Permasalahan Sosial

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 24 Februari 2025 | 22:24 WIB
Erick Komala, anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur saat gelaran agenda reses jaring aspirasi di Kalijudan, Senin (24/2/2025) (Nawi)
Erick Komala, anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur saat gelaran agenda reses jaring aspirasi di Kalijudan, Senin (24/2/2025) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Gerimis tebal yang mengguyur kawasan Kalijudan, Mulyorejo, pada Senin (24/2/2025) tak menyurutkan antusiasme warga RT05 RW03 untuk menghadiri agenda reses jaring aspirasi yang digelar oleh Erick Komala, anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Acara ini dipandu oleh pelawak Surabaya, Insyap dari Trio Borolo, yang menghadirkan suasana santai namun tetap fokus pada pembahasan isu-isu penting yang dihadapi warga.

Ketua RT05 RW03, Ibu Hasasih, mengapresiasi kehadiran Erick Komala yang tetap aktif turun ke masyarakat. "Biasanya, setelah jadi, anggota DPRD tidak akan kembali ke konstituennya. Kami sangat menghargai kehadiran Pak Erick yang mau mendengar langsung keluhan kami," ujarnya.

Baca Juga: OPD Mangkir Rapat, Ketua Pansus Hunian Layak: Ini Pelecehan Ketua DPRD Surabaya!

Beberapa keluhan utama yang disampaikan warga antara lain kesulitan dalam mendapatkan bantuan bagi lansia miskin serta kendala dalam sistem zonasi PPDB yang dinilai tidak adil.

Dalam paparannya, Erick Komala menegaskan bahwa menjadi anggota DPRD berarti harus kembali kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan.

"Saya bertugas di Komisi A yang membidangi hukum dan pemerintahan. Mitra kami adalah OPD seperti Kominfo dan Satpol PP, tapi jangan khawatir, semua aspirasi yang bapak dan ibu sampaikan tetap akan saya perjuangkan," ujar Erick.

Baca Juga: Hearing Komisi A Capai Empat Kesepakatan Sengketa Lahan di Jl. Kemudi

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian besar adalah minimnya SMA Negeri di Surabaya. Erick menjelaskan bahwa banyak kecamatan di Surabaya, termasuk Mulyorejo, tidak memiliki SMA Negeri, sementara di kecamatan lain seperti Genteng, jumlah sekolah negeri cukup banyak.

"Meski Dinas Pendidikan bukan mitra langsung kami, melalui Fraksi PSI kami akan perjuangkan penambahan jumlah SMA Negeri. Minimal satu kecamatan satu SMA Negeri, atau mengubah sistem PPDB agar lebih berkeadilan, seperti kembali menggunakan nilai sebagai salah satu pertimbangan," jelasnya.

Warga menyampaikan berbagai aspirasi, seperti ketidaktepatan pendataan bantuan sosial yang menyebabkan keluarga mampu mendapat bantuan sementara lansia miskin tidak, serta minimnya beasiswa SMA yang tepat sasaran.

Baca Juga: Eri-Armuji Resmi Dilantik, PKS Surabaya Siap Berkolaborasi Wujudkan Kota Dunia

Selain itu, mereka mengeluhkan dampak judi online yang semakin meresahkan, permintaan bantuan mesin jahit, serta usulan pemasangan CCTV untuk menekan angka kejahatan di lingkungan mereka.

Erick menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal pembaruan data bantuan sosial, mendorong perbaikan sistem beasiswa, serta berkoordinasi dengan aparat hukum untuk memberantas judi online. Untuk permintaan mesin jahit, ia siap memfasilitasi dengan syarat tidak diperjualbelikan, sementara untuk CCTV, ia menyarankan agar diusulkan melalui Musrenbang.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini