Untuk memastikan itu berjalan dengan baik, lanjut Tri, pihak ASDP Merak juga akan menutup akses pemesanan tiket, serta akan melakukan penyetopan pada jenis-jenis kendaraan yang dilarang pada SKB tersebut.
"Kita sudah siapkan 18 posko dengan 180 personil yang akan mobile di lapangan, bergantian, termasuk untuk posko di titik-titik tempat keramaian wisatawan," ujarnya.
Tri juga mengungkapkan untuk jalur wisata, baik wisata Anyer-Carita-Labuan dan wisata Banten selatan. Pihaknya akan melakukan pemantauan dan menyiapkan petugas disejumlah titik yang berpotensi timbulkan kemacetan.
"Seperti untuk jalur wisata Anyer, kita juga akan mengalihkan kepada jalur alternatif melalui rute Gunung Sari maupun rute Ciomas," imbuhnya.
Sementara, Plt Kepala Biro Adpimpro Setda Provinsi Banten Beni Ismail menyampaikan Pemprov Banten terus mempersiapkan langkah-langkah dalam menyambut libur Nataru, mulai dari mengantisipasi kepadatan kendaraan hingga memastikan ketersedian sejumlah komoditi pangan.
"Pj Gubernur selalu mengarahkan OPD terkait untuk menyiapkan beberapa hal dalam menyambut libur Nataru, dan Pemprov Banten juga terus melakukan koordinasi dengan Forkopimda Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten/Kota stakeholder terkait," ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten A Jazuli Abdillah mengatakan pada momentum libur Nataru terdapat 3 hal yang harus menjadi perhatian dari pemerintah, yakni pergerakan kendaraan, barang maupun pergerakan manusia.
Oleh karena itu, dirinya berharap Pemprov Banten dapat menyiapkan sebuah skema untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi.