NAWACITAPOST.COM – Penyakit pneumonia masih menjadi perhatian serius di Surabaya. Pemerintah Kota (Pemkot) pun terus mengupayakan pencegahan dengan meningkatkan akses vaksinasi serta memperkuat skrining kesehatan bagi masyarakat.
Tak hanya itu, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan instansi terkait juga dilakukan, termasuk pengawasan di pelabuhan dan bandara guna mencegah penyebaran penyakit pernapasan ini.
Menanggapi langkah tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, menyambut baik upaya Pemkot dalam meningkatkan akses kesehatan bagi warganya.
Baca Juga: Ruang Fiskal Tersedia, Ajeng Wira Wati Minta Pemkot Segera Bangun Sekolah Baru
"Penyakit pneumonia adalah salah satu bagian dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang harus menjadi perhatian serius. Kasus pernapasan ini sering kali menjadi prioritas utama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit," ujar Johari yang akrab disapa Bang Jo, Selasa (18/2/2025).
Politisi Fraksi PKS ini juga menekankan pentingnya sosialisasi terkait vaksinasi pneumonia agar masyarakat lebih memahami manfaatnya.
"Vaksinasi itu bukan sekadar program pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita bersama. Tanpa kesadaran masyarakat, vaksinasi tidak akan berjalan efektif," tegasnya.
Baca Juga: Raperda RTRW Disahkan, DPRD Ingatkan Sinkronisasi dengan PSN SWL
Bang Jo mencontohkan bagaimana program vaksinasi COVID-19 yang awalnya menuai pro dan kontra, namun akhirnya diterima luas setelah masyarakat menyadari manfaatnya.
"Hal yang sama juga berlaku untuk vaksin pneumonia. Jika sosialisasi dilakukan dengan baik, masyarakat pasti akan lebih antusias untuk divaksin," tambahnya.
Selain vaksinasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya juga melakukan deteksi dini pneumonia pada balita melalui skrining kesehatan yang rutin digelar di puskesmas.
Baca Juga: Bus Trans Semanggi Kembali Ugal-Ugalan, Josiah Michael Marah! Operator Akan Dipanggil!
"Ini merupakan langkah penting dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Harapannya, dengan deteksi dini, kita bisa mencegah kasus pneumonia yang lebih parah di kemudian hari," pungkas Bang Jo. ***