Sementara itu, Eben Haezer dari AJI menyoroti pentingnya etika jurnalistik dalam menghadapi arus informasi yang kian tak terkendali di era digital.
Senior jurnalis ini juga menekankan bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam memerangi disinformasi serta mendukung terciptanya ruang publik yang lebih sehat dan berintegritas.
Baca Juga: Dies Natalis ke-74: GMKI Wilayah V Rayakan dengan Berbagi Kasih di Panti Asuhan Yesstoya
Putut Darmawan dari Kominfo Jawa Timur lebih menekankan terkait tantangan regulasi dan kebijakan di era disrupsi digital, sementara Hizkia Trianto akan menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjaga integritas informasi di tengah gempuran disinformasi yang merusak kepercayaan masyarakat.
Sementara pada sesi 2, acara dikemas dengan diskusi santai yang mengambil tema "Ngopi Arek Surabaya: Pergerakan Mahasiswa dan Keterlibatan Media dari Masa ke Masa"
Narasumber juga diambil dari akademisi dan tokoh pergerakan serta politik. Diantaranya Prof. Hotman S., Guru Besar FISIP Universitas Airlangga ; Alfa Tomasoa, Aktivis Roemah Bhinneka ; Yordan Batara Goa, Anggota DPRD Jawa Timur ; dan Daniel Rohi, Anggota DPRD Jatim periode 2019-2024.
Baca Juga: GMKI Korwil V Komitmen Mendukung Pemilu 2024 yang Damai, Kondusif dan Berkualitas
Diskusi dipandu dengan santai oleh Blaise C. Pattiselanno, Ketua Cabang GMKI Surabaya.
Sesi kedua ini berfokus pada sejarah dan peran media dalam mendukung gerakan mahasiswa dari masa ke masa, baik media konvensional maupun digital.
Yordan Batara Goa dan Daniel Rohi berbagi pengalaman mereka sebagai legislator yang turut terlibat dalam pergerakan mahasiswa di masa lalu.
Baca Juga: GMKI Menilai Toba Pulp Lestari Berkontribusi terhadap Banjir Bandang di Samosir
Prof. Hotman S. akan memberikan pandangan akademis mengenai transformasi peran media dalam pergerakan mahasiswa serta dampaknya terhadap tata kelola pemerintahan di tingkat daerah dan nasional.
Selain itu, Alfa Tomasoa mengangkat isu keadilan sosial dan bagaimana mahasiswa bisa menggunakan media untuk memperjuangkan hak-hak kebhinekaan.
Mengakhiri sesi acara, dilakukan peluncuran website GMKI Surabaya dan platform media Neodedicatio.