NAWACITAPOST.COM — Bencana hidrometeorologi kembali menghantam wilayah tanah air. Angin puting beliung secara membabi buta menerjang Dusun 4, Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, pada Jumat sore, 30 Oktober 2026, pukul 16.00 WIB.
Peristiwa yang datang secara tiba-tiba di tengah guyuran hujan deras tersebut meluluhlantakkan kawasan pemukiman penduduk, meninggalkan jejak kerusakan signifikan pada infrastruktur warga dan fasilitas umum.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu, 1 November 2026, amukan angin kencang ini berdampak langsung pada 12 kepala keluarga (KK).
Baca Juga: Tri Adhianto Buka Jalan Investasi Beijing-Jiangsu, Kota Bekasi Menuju Pusat Ekonomi Digital
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya merinci dampak destruktif dari fenomena alam tersebut.
“Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan kerusakan pada 12 unit rumah dan dampak pada dua unit fasilitas umum,” ungkap Berton menegaskan skala kerusakan di lokasi kejadian.
Meskipun kekuatan angin sempat memicu kepanikan massal di kalangan warga setempat, hasil kaji cepat awal memastikan bahwa insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Kendati demikian, kerugian material akibat hancurnya bagian atap dan struktur bangunan rumah warga serta fasilitas umum ditaksir membutuhkan proses pemulihan yang komprehensif.
Sebagai respon cepat atas darurat kebencanaan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur langsung bergerak sigap dengan berkoordinasi bersama aparat pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Tim gabungan yang melibatkan personel Polsek Raman Utara, Koramil Raman Utara, Satpol PP Kabupaten Lampung Timur, aparat desa, serta partisipasi aktif masyarakat bahu-membahu diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan menyeluruh serta kaji cepat tingkat kerusakan.
Hingga laporan perkembangan situasi diterbitkan oleh BNPB pada Sabtu, 31 Oktober 2026, situasi di lokasi terdampak dilaporkan telah berangsur kondusif.
Meski kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat telah terkendali, BPBD Kabupaten Lampung Timur beserta instansi terkait tetap menyiagakan personel guna memantau perkembangan situasi secara berkala, mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan, serta mempercepat proses rehabilitasi bagi para korban terdampak.(AMRULLOH)