berita-peristiwa

Sempat Dievakuasi dari Karhutla, Orang Utan Khas Kalimantan Sempurna Kini Telah Tiada

Senin, 7 September 2026 | 10:33 WIB
Orang Utan Kalimantan bernama Sempurna dikabarkan telah tiada usai sempat dievakuasi dari lokasi karhutla di Ketapang, Kalbar. (Instagram.com/@trendingbuzz.id)

NAWACITAPOST.COM — Amukan kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Ketapang, Kalimantan Barat, menelan korban jiwa dari satwa dilindungi. Seekor orang utan bernama Sempurna menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat dievakuasi dari kepungan kabut asap pekat di perkebunan warga Desa Kuala Satong.

Insiden memilukan ini bermula pada Minggu (30/8/2026), ketika Sempurna ditemukan warga terbaring lemah di sebuah parit kering. Satwa endemik Kalimantan tersebut sudah tak mampu berdiri, hanya bisa bergerak terbatas, dan mengalami sesak napas berat.
 
Momen evakuasi dramatis yang dilakukan tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) sempat terekam kamera hingga memicu gelombang keprihatinan di media sosial.
 
Baca Juga: Perjalanan HKNB: Dari Wadah Pemersatu Rantau Hingga Keteguhan Menjaga Identitas Ono Niha

Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, menjelaskan bahwa tim medis telah berupaya maksimal menyelamatkan nyawa Sempurna sejak penanganan pertama di lapangan.

"Namun, kondisi Sempurna terus menurun," kata Murlan dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).

Setibanya di pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB, kondisi pernapasan Sempurna kian memburuk hingga saturasinya tak lagi terdeteksi. Tim medis sempat melakukan resusitasi jantung paru (CPR), namun takdir berkata lain. Sempurna dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.

"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa," tutur Murlan.
 
Baca Juga: Tragedi Asap di Ketapang, Orangutan Sempurna Gugur Usai Berjuang Melawan Sesak

Berdasarkan hasil nekropsi yang digelar pada Selasa (1/9/2026), ditemukan kerusakan patologis serius pada organ vital Sempurna, khususnya paru-paru, jantung, dan ginjal.

"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru," ungkap Murlan. Paparan asap karhutla diduga kuat menjadi pemicu utama gangguan pernapasan akut yang merenggut nyawanya.

"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya," tandas Murlan.

Tragedi gugurnya Sempurna kini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat atas kehancuran habitat akibat pembakaran hutan dan lahan yang tidak bertanggung jawab di Tanah Kalimantan.

Tags

Terkini