NAWACITAPOST.COM — Sebanyak 136 siswa dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (3/9/2026).
Peristiwa tragis di Sulawesi Selatan ini kembali memperpanjang deretan kasus serupa, menyusul insiden geger di Sidoarjo, Jawa Timur, yang sebelumnya menimpa lebih dari 500 santri.
Gejala klinis mulai mengintai para siswa sejak Rabu (2/9/2026) malam hingga Kamis pagi, beberapa jam setelah menyantap paket MBG yang didistribusikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan.
Baca Juga: Redam Amarah Warga Pancaroba, Bupati Kubu Raya Turun Tangan Turunkan Debu Trans Kalimantan
Paket makanan yang terdiri dari nasi, ayam masak bumbu kuning, tempe goreng tepung, tumis sayur labu siam, wortel, jagung, serta buah melon tersebut diduga menjadi pemicu munculnya rasa mual, lemas, sakit kepala, hingga nyeri perut hebat pada puluhan anak.
Kepanikan melanda saat ratusan pelajar tersebut harus dievakuasi secara darurat ke tiga fasilitas kesehatan berbeda di Tana Toraja. Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, sebanyak 70 siswa dirawat intensif di RSUD Lakipadada, 41 siswa di RS Sinar Kasih, dan 25 siswa lainnya mendapatkan penanganan medis di RS Fatima.
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, bersama Wakil Bupati turun langsung menjenguk para korban di rumah sakit untuk memastikan seluruh penanganan medis berjalan cepat dan tepat sesuai standar penanganan darurat.
“Semuanya akan ditangani sesuai dengan SOP, mari kita berdoa bersama agar seluruh siswa dan siswi yang sedang mendapatkan penanganan dapat segera membaik dan kembali stabil,” ujar Zadrak Tombeg kepada awak media, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Momentum Kejaksaan Ke-81: Pemkot Bekasi Perkuat Sinergi Restorative Justice dan Perwalian Anak
Ia menekankan penanganan korban menjadi prioritas utama saat ini, “Ini harus ditangani sesegera dan seoptimal mungkin sesuai SOP yang ada di rumah sakit.”
Pihak Pemkab Tana Toraja memastikan bahwa investigasi menyeluruh tengah berjalan untuk mengusut tuntas pemicu utama insiden kesehatan ini.
“Saat ini penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang, tim kesehatan juga terus melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber dan penyebab kejadian secara lebih mendalam,” pungkas Zadrak.