NAWACITAPOST.COM — Bayang-bayang teror pencurian ternak kian mencekam dan meresahkan warga Desa Praibakul, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam dua bulan terakhir, gelombang kehilangan aset berharga yang bernilai ekonomi tinggi ini terus berulang, memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat.
Rentetan aksi kejahatan ini meninggalkan jejak kekejaman dan kerugian besar bagi para pemiliknya. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, beberapa kasus memilu yang mencuat di antaranya:
-
Tragedi Sapi Induk: Seekor sapi induk berusia sekitar 10 tahun milik Devidson dilaporkan hilang misterius. Tragisnya, sapi tersebut kemudian hanya ditemukan tersisa bagian kepalanya saja.
-
Perburuan Lima Kuda: Lima ekor kuda sempat raib digondol pencuri. Beruntung, seluruhnya berhasil ditemukan kembali di lokasi terpisah—empat ekor melintasi batas ke wilayah Kabupaten Sumba Tengah dan satu ekor hingga ke Kabupaten Sumba Barat.
-
Kasus Teranyar: Tak berhenti di situ, seekor kuda betina milik Jemi K. Lendi dilaporkan raib sekitar dua minggu terakhir dan belum ditemukan.
Eskalasi kejadian yang terus berulang ini memaksa warga menjerit menuntut keadilan. Ternak bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan tumpuan hidup dan aset masa depan keluarga. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas, meningkatkan patroli, serta memperketat pengamanan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Usutan Penyebab Wafatnya Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Kian Rumit
"Kami meminta agar kasus ini menjadi perhatian serius. Ternak merupakan aset penting dan sumber penghidupan masyarakat. Kami berharap penyelidikan dilakukan secara profesional sehingga apabila terdapat tindak pidana, pelakunya dapat diproses sesuai hukum," tegas salah seorang warga.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, masyarakat diimbau untuk melipatgandakan kewaspadaan, mempererat posko keamanan lingkungan, serta tak ragu melapor ke Polsek terdekat atau pemerintah desa jika menemukan titik terang. Pemulihan stabilitas keamanan di Desa Praibakul kini menjadi harga mati agar warga dapat kembali merawat ternak mereka tanpa rasa cemas.(Sandiang K Ndapa Namung)