Surabaya NAWACITAPOST – Para dosen bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Bahasa dan Sains (FBS) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali turun melaksanakan salah satu Tri Dharma Universitas yaitu Pengabdian kepada Masyarakat.
Mengambil tema “PKM Posyandu Remaja Mojo Surabaya melalui Mini Garden Portable”, agenda ini diupayakan dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan kesehatan pada kader posyandu dan remaja Mojo Surabaya.
Acara yang diadakan di Balai RW 05 Mojo Surabaya, Minggu 1 Oktober 2023, dibuka dengan sambutan Ketua RW 05 Bapak Bedjo, dilanjutkan dengan prakata dari perwakilan posyandu remaja Mojo Surabaya, Ramadhania Gadis.
Pada kesempatan itu, ketua (PKM) Rini Purbowati, S.Si, M.Si., menyatakan bahwa tim pengabdi dari UWKS mendapatkan Dana Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat yang bersumber dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tahun 2023.
Dalam skemanya, tim ini menyerahkan beberapa alat kesehatan yang diantaranya meteran roll alat pengukur LiLa (lingkar lengan), tensimeter digital.
Termasuk pemberian bantuan alat ukur tinggi badan otomatis, timbangan badan digital, alat cek hemoglobin, dan buku panduan Posyandu Remaja.
"Harapan kami sebagai Ketua Panitia agar apa yang kami berikan baik berupa alat-alat kesehatan dan pelatihan dapat membawa manfaat bagi kader posyandu remaja Mojo khususnya dan masyarakat umum yang ada di lingkungan Mojo Surabaya,” Tukas Rini Purbowati, S.Si, M.Si., yang juga Dosen Biomolekuler Fakultas Kedokteran UWKS.
Materi berikutnya disampaikan oleh dr. Pratika Yuhyi Hernanda, MSc., PhD. Dosen FK UWKS menyampaikan materi "Pelatihan dan Skrining tentang Pemeriksaan Kesehatan Dasar Remaja", dan mendapat perhatian serius dari para peserta baik dalam setiap arahan dan praktik dari instruktur.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan serah terima sebanyak 10 unit perangkat teknologi tepat guna yang diberi nama Mini Garden Portable oleh Pramita Laksitarahmi I, S.Si., M.Si dosen dari FBS UWKS yang merupakan pemateri ketiga.
"Sesuai dengan namanya, perangkat ini merupakan taman dengan berbagai macam tanaman sayuran dan buah-buahan berukuran kecil dan dirancang khusus agar dapat dipindahkan secara mudah di luar ruangan dan di dalam ruangan," ungkap Pramita.
Perangkat ini juga dirancang untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki kebun atau taman, namun tidak memiliki lahan yang cukup seperti di daerah perkotaan termasuk Surabaya.
Selain itu, perangkat ini dapat dijadikan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan rendahnya minat untuk mengkonsumsi buah dan sayur pada remaja akibat tidak tersedianya pada menu masakan sehari-hari.
"Untuk dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan maka tanaman yang ada pada Mini Garden Portable perlu dilakukan perawatan, sehingga pada kesempatan ini dilakukan pula seminar terkait Pemanfaatan dan Perawatan Mini Garden Portable," ucap Pramita Laksitarahmi. (BNW)