Jumat, 5 Juni 2026

FK UWKS Bersama Posyandu Lansia Nirmala dan Pondok Paliatif Wage Adakan Seminar Edukasi Kanker Usus Besar

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Minggu, 21 Juli 2024 | 17:50 WIB
 (Foto : Nawi)
(Foto : Nawi)

Lilis berharap melalui seminar edukasi ini, masyarakat, terutama lansia, dapat lebih memahami cara mengenali, mencegah, dan menangani kanker.

Selain itu, Posyandu Lansia Nirmala juga rutin mengadakan senam untuk membuat para lansia bahagia, sesuai dengan moto "Sehat, Kuat, Mandiri, dan Beriman". Posyandu juga memberikan makanan tambahan sesuai kebutuhan tubuh lansia.

Baca Juga: Mengolah Nira Siwalan Menjadi Nata de Siwalan: Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Hendrosari Bersama Tim PKM-PM UWKS

Dalam sambutannya, Kepala Desa Wage, Mashuda, mengingatkan masyarakat agar tidak takut memeriksakan kesehatannya.

"Selama ini masyarakat takut mengetahui kondisi kesehatannya, itu kebiasaan yang keliru," ujar Kades Mashuda.

Mashuda berharap sosialisasi seperti ini tidak hanya dilakukan di RW12, tetapi juga dapat menjangkau tingkat desa dengan peserta yang lebih banyak, sehingga masyarakat luas dapat mengetahui penanganan yang tepat bagi penderita kanker.

Baca Juga: KKN A2 UWKS: Edukasi Budidaya Kambing dan Pentingnya Olahraga di Gunung Anyar

Ketua panitia sekaligus narasumber, Dr. Pratika Yuhyi Hernanda, mengatakan bahwa kegiatan Edukasi Kanker ini merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, yaitu pengabdian masyarakat.

"Ini adalah bagian dari program Pondok Paliatif yang sudah berdiri sejak setahun lalu," jelas Dr. Tika, sapaan Pratika Yuhyi Hernanda.

Pondok Paliatif di RW12 berfokus pada pencegahan kanker melalui deteksi dini, edukasi, dan peningkatan kualitas hidup penderita kanker.

Baca Juga: Kucurkan Beasiswa ke-41 Mahasiswa Berprestasi, UWKS Tempatkan Pendidikan dan Prestasi Non-Akademik di Posisi Terdepan

"Kali ini, Pondok Paliatif RW12 Wage mengadakan seminar edukasi tentang kanker usus besar dan deteksi dini menggunakan tes darah samar pada feses," terang Dr. Tika.

Di akhir acara, Dr. Pratika mengimbau masyarakat untuk memperbaiki pola makan dan menghindari makanan yang mengandung pengawet, pewarna, dan lemak berlebih, serta untuk mengonsumsi makanan sehat.

"Juga penting untuk menghindari stres berlebihan karena dapat mengganggu fungsi gen yang seharusnya bisa menghambat kanker," ujarnya.

Peserta seminar, yang sebagian besar adalah para ibu, juga mendengarkan testimoni dari narasumber yang pernah didiagnosis kanker dan kini menjadi aktivis. ***

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini