Kamis, 4 Juni 2026

Judi Online Musuh Bersama! GMKI Minta Kominfo Tuntaskan Sebelum Pilkada

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 17 Juli 2024 | 22:29 WIB

NAWACITAPOST.COM - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengadakan pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Budi Arie Setiadi, di kantor Kementerian Kominfo. Diskusi ini membahas isu-isu penting seperti keamanan siber, judi online, dan penyebaran hoaks.

Dalam pertemuan tersebut, GMKI menyoroti permasalahan judi online yang semakin marak di Indonesia. "Judi online kini menjadi masalah serius bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, terdapat 2,7 juta orang yang terlibat dalam judi online.

Judi online tidak hanya menyengsarakan rakyat tetapi juga merusak moral dan tatanan sosial masyarakat kita. Kami khawatir bahwa para bandar judi online akan memanfaatkan Pilkada Serentak untuk memperluas pengaruh mereka. Harapan kami, judi online dapat diberantas sebelum Pilkada Serentak," ungkap Ketua Umum PP GMKI, Jefri Gultom.

Baca Juga: GMKI Desak Pemerintah Blokir Rekening dan E-Wallet Terkait Judi Online

Menanggapi hal ini, Menteri Budi Arie menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan masalah judi online sebelum Pilkada Serentak 2024.

"Doakan Agustus tuntas! Pemerintah telah melakukan berbagai upaya pemberantasan judi online, seperti pemblokiran situs, penegakan hukum terhadap pelaku, dan edukasi publik," tegas Budi Arie Setiadi.

Jefri Gultom menekankan perlunya tindakan tegas dan menyeluruh dari pemerintah dalam memberantas judi online. Ia mengusulkan agar pemerintah memberikan sanksi kepada influencer dan public figure yang mempromosikan judi online, menutup akun-akun yang terlibat, serta berkoordinasi dengan platform media sosial untuk menghapus iklan-iklan judi online.

Baca Juga: Cak Ji: Judi Awal dari Kemiskinan!

Selain itu, ia mendukung langkah represif terhadap para bandar dan penyedia judi online, termasuk pemblokiran rekening bank, e-wallet, dan layanan operator seluler yang terlibat dalam transaksi judi online sebagai solusi konkret dalam menangani masalah ini.

Jefri juga menyarankan upaya edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif mengenai bahaya judi online. "Ini bisa dilakukan melalui berbagai media, seperti baliho, iklan TV, iklan media sosial, dan SMS blast," tambahnya.

Mengenai keamanan siber, Jefri menyebutkan bahwa serangan ransomware terhadap PDNS baru-baru ini menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk meningkatkan keamanan siber. "Keamanan siber harus menjadi prioritas nasional dan perlu ada kerjasama internasional untuk memerangi kejahatan siber," kata Jefri.

Baca Juga: Cak Ji: Kota Lama Surabaya, Masa Depan Ekonomi yang Cerah

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya sadar keamanan siber di seluruh instansi pemerintah dan mendorong mereka untuk memiliki langkah-langkah pengamanan data yang kuat, dimulai dari Kominfo dan lembaga terkait lainnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini