“Kalau ada sekolah yang minta sampai Rp1 juta misalnya, sementara orang tua tidak mampu, silakan lapor. Saya punya grup WhatsApp seluruh kepala sekolah Jawa Timur. Kami bisa langsung panggil kepala sekolah untuk klarifikasi,” tegasnya.
Diskusi publik tersebut turut dihadiri Heru Satriyo (Ketua MAKI Jatim), Mat Mochtar (tokoh masyarakat), dan Alim Basa Tualeka (akademisi). Hadir pula perwakilan elemen masyarakat antara lain Baso Juherman (Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Surabaya), perwakilan LIRA, serta Bakesbangpol dan KADIN Jawa Timur.
Kunjung menutup pernyataannya dengan ajakan agar masyarakat tidak terprovokasi isu-isu negatif menjelang aksi 3 September.
“Kami minta masyarakat tetap tenang. Pendidikan harus dijaga bersama. Jangan sampai anak-anak kita dikorbankan hanya demi kepentingan politik sesaat,” pungkasnya. ***