“Tahun 2022 kita fokus ke kanker payudara dan serviks, 2023 ke kanker usus, 2024 deteksi dini kanker prostat, dan tahun ini kita fokus ke kanker paru-paru. Banyak warga kita adalah perokok aktif dan mulai mengalami gangguan pernapasan,” jelasnya.
Lilis juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan perguruan tinggi. Menurutnya, FK UWKS telah menjadi mitra penting sejak awal, tidak hanya menyediakan tenaga medis dan fasilitas, tapi juga membangun semangat edukatif yang berkelanjutan.
“FK UWKS bukan hanya datang saat acara. Mereka dari awal mendampingi secara teknis dan moral. Kami berharap kerja sama ini bisa meluas, bahkan sampai ke tingkat desa dan antarwilayah,” ujar Lilis.
Baca Juga: Penyuluhan Kulit Sehat, FK UWKS Kenalkan Masker Organik di Dukuh Kupang
Ia menutup pernyataannya dengan pesan penting kepada warga, “Kanker paru bisa dicegah. Salah satunya dengan berhenti merokok. Tapi tantangannya masih besar, terutama karena perokok aktif di sini masih cukup tinggi, dan yang jadi korban sering kali justru ibu-ibu serta anak-anak sebagai perokok pasif.”
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus dosen FK UWKS, Dr. Pratika Yuhyi Hernanda, MSc, Ph.D, menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh kampus sebagai bagian dari tanggung jawab sosial institusi pendidikan.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Masyarakat sangat terbuka dan menerima edukasi dari kami dengan antusias. Ini membuktikan bahwa FK UWKS hadir bukan hanya di ruang kuliah, tapi juga benar-benar turun langsung ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Dr. Pratika menjelaskan bahwa seminar ini memiliki tiga pilar edukasi:
1. Mengenali gejala dan penanganan awal kanker paru.
2. Bahaya merokok terhadap diri sendiri dan lingkungan.
3. Peran faktor genetik dalam memicu risiko kanker paru.
“Merokok adalah penyebab utama kanker paru, dan bahayanya tidak berhenti di perokok itu sendiri. Ini adalah masalah sosial karena keluarga dan lingkungan ikut terdampak,” jelasnya.
Ia juga mengajak warga yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga untuk lebih waspada.