NAWACITAPOST.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, FK UWKS menyelenggarakan kegiatan Seminar Edukasi dan Deteksi Dini Kanker Paru di Balai RW XII Pondok Wage Indah II, Waru, Sidoarjo, pada Minggu (20/7/2025).
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-3 Posyandu Lansia Nirmala dan ulang tahun ke-2 Pondok Paliatif RW 12, dua lembaga komunitas yang aktif dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan warga. FK UWKS menggandeng kedua mitra tersebut sebagai bagian dari pendekatan kolaboratif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait kanker paru.
Acara berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari ratusan warga, mulai dari lansia, ibu-ibu PKK, pemuda karang taruna, hingga tokoh masyarakat. Rangkaian kegiatan mencakup seminar kesehatan, edukasi bahaya merokok, pemeriksaan klinis oleh tim medis FK UWKS, serta layanan rontgen thorax untuk skrining dini gejala kanker paru.
Tiga praktisi kedokteran diundang menjadi narasumber untuk memberikan edukasi kepada ratusan warga RW XII yang hadir, diantaranya:
1. DR. dr. Muzaijadah Retno Arimbi , SpP. Tema: Mengenal Lebih Jauh Kanker Paru"
2. Dr. Maria Widijanti Sugeng, MKes. Tema: Merokok dan Nutrisi Kanker Paru"
3. Dr. Pratika Yuhyi Hernanda, MSc, PhD. Tema: Genetika Kanker Paru"
serta Moderator : dr. Dian Islami, M.Kes
Baca Juga: Tim Pengmas FKIP UWKS lakukan Penyuluhan sebagai Upaya Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah
Ketua Posyandu Lansia Nirmala dan pengelola Pondok Paliatif RW 12, Lilis Widayati, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari perjuangan panjang komunitasnya dalam menghadapi kasus-kasus kanker di lingkungan sekitar. Sejak 2021, ia dan tim relawan telah menyadari pentingnya membangun kesadaran kolektif terkait deteksi dini.
“Tahun 2021, kami melihat ada lonjakan kasus kanker di lingkungan RW 12, dari kanker serviks, kanker payudara, hingga kanker paru-paru. Banyak yang baru diketahui setelah masuk stadium lanjut,” ungkap Lilis.
Melalui refleksi tersebut, Posyandu dan Pondok Paliatif menjadikan ulang tahun lembaga bukan sekadar selebrasi, tapi momentum untuk skrining dan edukasi. Ia menjelaskan bahwa setiap tahun difokuskan pada jenis kanker berbeda berdasarkan tren kasus di lingkungan mereka.
Baca Juga: FK UWKS Ajak Siswa SDN Dukuh Kupang V Jaga Kesehatan Gigi Lewat Edukasi dan Pemberian Fluorida