Kamis, 4 Juni 2026

Mendikbudristek : Transformasi Teknologi Pendidikan Upaya Atasi Krisis Pembelajaran 

Photo Author
Famati Ndruru, Nawacita Post
- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 12:25 WIB

JAKARTA, NawacitaPost.com - Transformasi Teknologi Pendidikan, Upaya Pemerintah Atasi Krisis Pembelajaran

Transformasi teknologi di sektor pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi krisis pembelajaran yang diperparah pandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, mengingat skala dan urgensinya, krisis pembelajaran dapat diatasi melalui dukungan teknologi dalam sistem pendidikan.

-

Proses rancangan produk teknologi pendidikan pun dilakukan dengan mengedepankan kebutuhan pengguna, berkualitas tinggi, dan mudah digunakan. Berbagai platform pendidikan buatan Kemendikbudristek Transformasi Teknologi Pendidikan, Upaya Pemerintah Atasi Krisis Pembelajaran
Transformasi teknologi di sektor pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi krisis pembelajaran yang diperparah pandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, mengingat skala dan urgensinya, krisis pembelajaran dapat diatasi melalui dukungan teknologi dalam sistem pendidikan.

Proses rancangan produk teknologi pendidikan pun dilakukan dengan mengedepankan kebutuhan pengguna, berkualitas tinggi, dan mudah digunakan. Berbagai platform pendidikan buatan Kemendikbudristek bekerja sama dengan Govtech Edu yang melengkapi ekosistem teknologi pendidikan kini sudah bisa diunduh di Google Play Store secara gratis. Salah satunya Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang menyediakan materi dan bahan ajar berkualitas.

PMM sendiri mendapatkan rating 4.8 pada Google Play Store. Ada juga Platform Rapor Pendidikan yang berisi hasil Asesmen Nasional sekolah dan daerah, meliputi kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, serta iklim satuan pendidikan.

Lalu, Platform Kampus Merdeka sebagai jembatan antara mahasiswa, industri, dan sektor sosial. Ada pula platform pengelolaan anggaran sekolah secara efisien dan transparan yang meliputi ARKAS, SIPLah, dan TanyaBOS.

Data Kemendikbudristek mencatat, sampai September 2022, terdapat lebih dari 2,3 juta guru telah mengunduh PMM hanya dalam enam bulan sejak pertama kali dirilis. Dari jumlah tersebut, 1,6 juta guru di antaranya menggunakannya secara intensif dan telah membuka akses pada pengembangan diri secara lebih mandiri dan sesuai kondisi sehingga terbentuk lebih dari 3.500 komunitas belajar para guru.

Mendikbudristek mengatakan, lebih dari 141 ribu sekolah telah terbantu dalam mengetahui kondisi literasi, numerasi, karakter siswa, serta kualitas pembelajaran mereka melalui platform Rapor Pendidikan. "Para guru dan kepala sekolah jadi lebih memahami 280 indikator dari Asesmen Nasional dan membantu mereka untuk melakukan refleksi dan perbaikan dengan Rapor Pendidikan," ujarnya.

Tidak hanya itu, tranformasi teknologi telah membantu terfasilitasinya pengembangan diri lebih dari 724 ribu mahasiswa melalui program Kampus Merdeka, bergabungnya lebih dari 2.700 mitra industri ke dalam Kampus Merdeka, dan lebih dari 13 ribu praktisi bergabung ke dalam program Praktisi Mengajar.

Selain itu, terdapat lebih dari Rp51 triliun potensi anggaran fungsi pendidikan tahun anggaran 2022 dikelola secara lebih transparan dan akuntabel transparan dengan dukungan platform seperti ARKAS, SIPLah, dan TanyaBOS.

Joko Prasetyo, Guru SMPN 2 Temanggung Jawa Tengah, sangat mengapresiasi  Kemendikbudristek yang membuat terobosan teknologi pendidikan. Menurutnya, berbagai platform dan fitur yang ada sangat membantu guru di daerah, misalnya fitur pelatihan mandiri  dan informasi webinar untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi pendidikan.

Muhamad Firman, guru Matematika di SMP Negeri 9 Satu Atap Belimbing, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, juga menggunakan Platform Merdeka Mengajar.

"Untuk menggunakan Platform Merdeka Mengajar, memang sejujurnya kami sulit karena terbatas jaringan, tetapi fitur-fiturnya membantu kami dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

Meskipun sinyal sulit, guru-guru di sini tetap bersemangat dan tidak kalah dengan di kota,” tutur Firman. Bagi mereka, tidak masalah jika harus naik ke atas bukit atau jalan ke daerah yang ada sinyalnya untuk membuka, mengunggah bukti karya, atau mengunduh materi perangkat ajar untuk kemudian dipakai di dalam kelas.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Hasan Chabibie mengatakan, berdasarkan pantauan Kemendikbudristek, saat ini di daerah 3T sudah ada 100 ribu akun belajar.id teraktivasi, 29 ribu guru pengguna sudah mengakses platform Merdeka Mengajar, dan 20 ribu guru aktif menggunakan lima menu utama di Platform Merdeka Mengajar.

“Kami sedari awal menyadari tantangan tersebut sehingga dari sisi teknologi aplikasi Platform Merdeka Mengajar sudah dirancang supaya lebih ringan daripada aplikasi serupa.

Diharapkan setiap guru dengan berbagai tipe ponsel pintar bisa lebih mudah dalam mengunduh dan mengoperasikan platform Merdeka Mengajar,” ujarnya.

Editor: Famati Ndruru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini