JAKARTA, NawacitaPost.com - Kerja keras Mas'ud Pane merangkai seni ornamen Nusantara telah melahirkan ribuan karja seni ornamen yang mampu memadukan nuansa tradisi dan kontempoter yang otentik memiliki ciri khas dengan nuansa Nusantara dan siap untuk dipamerkan dalam waktu dekat agar dapat segera membumi hingga mewarnai tatanan harmoni jagat seni Nusantara yang khas religius.
Nilai-nilai filosofis karya ornamen yang terangkum dalam buah karya Mas'ud Pane berpijak pada jagad Nusantara, memapar daya pikir dan nalar yang bermuara pada hati dan rasa dalam simpul simbolika dedaunan berwujud hati yang sepenuhnya mengekspresikan
ayat-ayat tauliyah yang berpusat pada Keesasaan Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Indah.
Guratan Sanggar Bambu Yogyakarta yang lebih terkenal sebagai pencetak seniman, jelas ikut mewarnai daya kreasi Mas'ud Pane sebagai seniman Indonesia yang lebih menonjolkan sosok dirinya sebagai seniman senirupa, seperti trade mark Sanggar Bsmbu yang dominan kuat untuk seni patung dan seni lukis. Meski tidak sedikit sastrawan Indonesia yang sempat singgah juga di Sanggar Bambu yang cukup berwibawa pada tahun 1960 hingga tahun 1990-an. Sebab acara pembacaan puisi pun tidak kalah banyak dilakukan di Sanggar Bambu. Kini sebagai ahli waris sanggar yang terbilang tua di Indonesia ini, Mas'ud Pane bersama Totok Buchori mampu menginjeksikan daya tahan bagi Sanggar Bambu untuk terus mengemban amanah membangun karakter seniman dan budayawan Indonesia untuk memperindah dunia sehingga bisa lebih beradab.
Perlawanan budaya dari para seniman generasi penerus Sanggar Bambu di Yogakarta kini sepenuhnya bertumpu kepada Totok Buchari dan Mas'ud Pane yang tampak tegar memelihara elan vital perjuangan idealisme seni dan seniman yang taklid pada daya sihir sanggar untuk terus melahirkan seniman dan budayawan besar dari negeri ini.
Sungguh gerusan jaman yang terus melesat liar tanpa kendali dan arah, perlu sdanya kepedulian dari para seniman dan budayawan untuk menyelamatkan habitat internalnya sendiri yang tidak mungkin mengharapkan perhatian dan kepedulian dari pihak lain. Apalagi dalam kondisi dan situasi idealisme yang telah runtuh dan bertekuk lutut dibawah kaki imperialisme kapitalis global. Sehingga materi telah dijadikan Tuhan.
Karya ornamen yang khas telah berhasil dibangun Mas'ud Pane bisa diharap memberi nilai tambah pada kekayaan dalam keragaman untuk khazanah seni dunia karena melantunkan narasi yang menuntun jalan menuju Tuhan. Karena nilai-nilai filosofis religius yang diguratkan pada beragam media itu -- mulai dari kayu, resin, logam seperti tembaga dan kuningan maupun semen -- masih akan terus dia ekplorasi dan kembangkan -- untuk seni in dor maupun out dor sungguh menjadi harapan yang meyakinkan bagi masa depan kesenian di Indonesia akan kembali berjaya seperti pada masa Sanggar Persagi dan kelompok seniman lainnya pada tahun 1970-an dan sebelumnya.
Sementara sanggar bambu Yogyakarta yang pernah menjadi rumah singgah bagi Mas'ud Pane dan kawan-kawan seangkatan lainnya, telah meniupkan Ruh kreativitas seni seperti yang sudah di tuangkan pada sejumlah bangunan perkantoran maupun tempat ibadah di berbagai tempat dan daerah.
Tampaknya karena itu dalam pameran besarnya yang segera akan dilakukan, Mas'ud Pane akan melengkapi pagelaran karya seni ornamennya dengan sejumlah dokumen serta rekaman video untuk lebih mengkomunikasikan proses kreatif dan proses dari lahirnya karya seni yang digulatinya itu sampai sekarang.
Sejujurnya Mas'ud Pane mengakui peran besar sanggar bambu Yogyakarta memberi inspirasi atau lebih tepatnya energi kreatif dirinya menemukan ornamen khas Nusantara yang kuat bernuansa religius serta mempunyai nilai-nilai spiritual yang nyaris tidak ditekuni oleh para seniman dengan cara kerja yang profesional.
Sumber: Jacob Ereste.