NAWACITAPOST.COM— Penuh semangat dan keharuan, Puskesmas Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, bergerak cepat menggelar barisan pertahanan bagi para penderita penyakit kronis. Pada Jumat dan Sabtu (7-8/8/2026), kegiatan PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) resmi digulirkan demi menyematkan harapan hidup yang lebih baik, mencegah benteng komplikasi mematikan, dan mewujudkan efisiensi pelayanan kesehatan bagi para peserta BPJS Kesehatan.
Suasana haru bercampur antusiasme terpancar saat 35 peserta—yang terdiri dari penderita Hipertensi dan Diabetes Melitus—berkumpul. Mereka adalah para pejuang kesehatan yang terdaftar resmi di wilayah kerja Puskesmas Mustikasari, siap merebut kembali kualitas hidup mereka yang optimal.
Aksi tanggap ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Mustikasari, dr. Iis Fatimah, M.K.M., bersama Penanggungjawab PROLANIS, Bdn. Subaeti, S.Tr.Keb. Berkolaborasi secara solid dengan tim Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Olahraga (Kesorga), dan Gizi, mereka menggelar rangkaian pemeriksaan kesehatan ketat, senam kebugaran, edukasi gizi, hingga pemeriksaan laboratorium medis bekerja sama dengan PRODIA. Dukungan penuh juga mengalir dari RS Siloam Sepanjang Jaya sebagai jejaring rujukan Puskesmas.
Para peserta dibekali benteng pertahanan diri melalui edukasi kepatuhan minum obat, disiplin pola makan sehat, dan pentingnya aktivitas fisik teratur.
Dengan nada penuh kehangatan dan ketegasan mendalam, Kepala Puskesmas Mustikasari, dr. Iis Fatimah, M.K.M., menyampaikan pesannya:
"Melalui kegiatan PROLANIS ini kami ingin mendampingi bapak dan ibu pasien hipertensi dan diabetes agar tidak hanya berobat saat sakit. Kami ingin pasien lebih disiplin minum obat, rutin kontrol, dan menerapkan pola hidup sehat di rumah.Harapan kami, dengan adanya pendampingan rutin seperti ini, kualitas hidup peserta semakin baik, komplikasi dapat dicegah, dan kita bisa bersama-sama menekan angka rujukan ke rumah sakit. Mari kita jadikan sehat sebagai gaya hidup," ujar dr. Iis.
Langkah nyata ini diharapkan mampu mengubah kepasrahan menjadi kemandirian, membakar semangat para penderita penyakit kronis untuk terus melangkah, hidup lebih sehat, produktif, dan memenangkan masa depan mereka kembali.