NAWACITAPOST.COM — Sebuah babak baru yang sarat gengsi dan harapan resmi dimulai dari jantung Jawa Barat. Berdiri tegak di Kawasan Terminal Leuwipanjang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memimpin langsung tonggak sejarah perubahan wajah mobilitas masyarakat: Groundbreaking infrastruktur Indonesia Mass Transit Project (Mastran) sekaligus penandatanganan kerja sama Public Service Obligation (PSO), Rabu (22/7/2026).
Langkah monumental bernilai investasi triliunan rupiah ini menjadi bukti nyata komitmen sang Gubernur dalam menumbangkan jerat kemacetan klasik yang selama ini membelenggu Cekungan Bandung. Dengan hadirnya sistem Bus Rapid Transit (BRT) berbasis teknologi pintar (Intelligent Transportation System), Bandung Raya dipastikan bersiap melesat menuju era transportasi kelas dunia pada tahun 2027!
Pesan Menohok KDM: Transportasi Bukan Cuma Soal Cepat, Tapi Adil dan Humanis!
Di hadapan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dan jajaran kepala daerah se-Bandung Raya, aura ketegasan KDM menyengat ruang peresmian. Bagi Dedi Mulyadi, transportasi publik bukan sekadar tumpukan besi dan aspal, melainkan urat nadi keadilan sosial bagi seluruh warga Jawa Barat.
"Ini adalah kegembiraan bagi masyarakat Bandung Raya! Kita memasuki era baru. Transportasi modern bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga pelayanan yang prima, terdigitalisasi, dan saling terkoneksi," tegas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan penuh semangat.
Tak berhenti pada kecanggihan fisik, KDM mematok standar tinggi untuk keamanan dan budaya warga. Ia menegaskan pentingnya penerangan jalan, trotoar yang layak, fasilitas kebersihan, hingga sistem pengamanan ekstra ketat.
"Semakin tinggi trafik transportasi publik, kalau tidak diimbangi pengamanan yang kuat, berpotensi meningkatkan kejahatan. Jawa Barat harus adil! Kota-kota besar berkembang, tapi desa-desa juga harus merasakan pembangunan. Infrastruktur dasar wajib menjangkau seluruh lapisan masyarakat!" cetus KDM membakar semangat.
Baca Juga: Gema Ekologi dari Paripurna: Gubernur Dedi Mulyadi Minta Warga Jaga Semesta Demi Purwakarta Istimewa
Megaproyek Rp1,3 Triliun: Senjata Pamungkas Penumpas Kemacetan
Langkah berani Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan KDM ini disokong penuh oleh kolaborasi internasional bersama World Bank dan Agence Française de Développement (AFD). Menhub Dudy Purwagandhi menyambut optimistis kolaborasi ini sebagai solusi jangka panjang atas tingginya mobilitas ekonomi Cekungan Bandung yang kerap terhambat kemacetan.
Proyek raksasa bernilai Rp1,3 Triliun khusus kawasan Cekungan Bandung ini siap menyulap wajah kota dengan infrastruktur super lengkap:
-
21 Kilometer jalur khusus BRT bebas hambatan.
-
6 Depo Utama modern (termasuk Cicaheum, Leuwipanjang, hingga Padalarang dan Soreang).
-
753 Halte Canggih (719 halte off-corridor dan 34 halte on-corridor).