NAWACITAPOST.COM — Bertahun-tahun lamanya, warga Kecamatan Bantargebang, Mustikajaya, dan sekitarnya dipaksa hidup berdampingan dengan "monster" tak kasat mata. Bau busuk yang menusuk hidung dari tumpukan sampah raksasa, genangan air lindi hitam pekat yang beracun, hingga petaka banjir akibat aliran Kali Jambe yang tersumbat gunungan sampah hanyut, telah menjadi menu penderitaan sehari-hari.
Namun hari ini, sebuah titik balik dramatis resmi dimulai. Gempuran udara busuk dan ancaman banjir itu dipastikan akan segera berakhir tragis lewat megaproyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Merespons angin segar perubahan ini, Alimudin Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), angkat bicara dengan nada tegas, penuh empati, dan membawa optimisme baru bagi masyarakat.
Baca Juga: Gerbang Rumah Terkunci PKL: Ketika Jeritan Warga Dicueki Satpol PP Padangsidimpuan Berbulan-bulan
Apresiasi Tinggi untuk PSN: "Keluhan Warga Harus Terobati!"
Sebagai penyambung lidah rakyat yang kerap turun langsung ke garis depan—merasakan langsung kepulan bau menyengat dan derita warga Bantargebang juga Mustikajaya—Alimudin memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas eksekusi Proyek Strategis Nasional (PSN) ini.
"Saya, sebagai wakil rakyat, bersama seluruh masyarakat yang selama ini langsung merasakan dampak buruk, mencium bau menyengatnya, dan menghadapi banjirnya, sangat mengapresiasi pelaksanaan Proyek Strategis Nasional PSEL ini," ujar Alimudin, melalui sambungan seluler, pada Kamis (2/7/2026), dengan penuh penekanan.
Bagi legislator PKS ini, proyek PSEL bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memulihkan hak hidup sehat warga Bekasi.
Komitmen Tempur: Pasang Badan Melakukan Pengawasan Ketat
Alimudin menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam di belakang meja. Ia memastikan Komisi IV DPRD Kota Bekasi akan pasang badan mengawal setiap jengkal proses pembangunan agar berjalan tanpa deviasi.
-
Pengawasan Tanpa Celah: Mengawal seluruh proses pelaksanaan fisik dan sistemik proyek PSEL agar tepat waktu dan tepat sasaran.
-
Zero Tolerance untuk Kelalaian: Memastikan tidak ada lagi kebocoran air lindi baru atau pembiaran sampah hanyut selama masa transisi proyek.
-
Target Akhir yang Jelas: Memastikan teknologi PSEL benar-benar melenyapkan bau dan mengonversi sampah menjadi energi bersih yang bermanfaat.
"Harapan kita besar. Semoga proyek ini berjalan dengan sangat lancar dan sukses tanpa hambatan, sehingga keluhan, air mata, dan beban warga Bantargebang dan Mustikajaya selama bertahun-tahun ini bisa benar-benar terobati dengan tuntas!" pungkas Alimudin.
Baca Juga: Ratusan Miliar Belanja Di Atas Kertas, PAD Bocor Diduga Ada yang Dilindungi!
Artikel Selanjutnya
Gerbang Kebisuan di Padangsidimpuan: Ketua DPRD Srifitrah Munawaroh Bungkam Total
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gerbang Kebisuan di Padangsidimpuan: Ketua DPRD Srifitrah Munawaroh Bungkam Total
Dramatis! Laskar Bandar Lampung 'Bongkar' Sengkarut Tarif Tol Bakter: Diduga Ada Ruang Permainan di Balik Mahalnya Tarif?
Sepulang dari China, Ketua DPRD Kota Bekasi Tancap Gas Sulap Bantargebang Jadi Episentrum Energi Hijau!
Skandal Digital Pesawaran: Rp6,8 Juta per Mbps, Anggaran Internet Kominfo Diduga Di-Markup Gila-gilaan!
Fajar Baru Pengelolaan Sampah Modern: DPRD Kota Bekasi Kawal Ketat Lahan PSEL Sumurbatu Menuju Ground Breaking!