transportasi

Buntut Kabut Asap Pekat, Bandara SMB II Palembang Lumpuh dan 15 Penerbangan Terganggu

Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:41 WIB
Pesawat COMAC C909 TransNusa (Dok. TransNusa)

NAWACITAPOST.COM — Buntut kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II mengalami gangguan parah.
 
Jarak pandang yang merosot tajam memaksa belasan penerbangan tertunda dan membuat ribuan penumpang menumpuk di ruang tunggu bandara.

Pihak Bandara SMB II Palembang mencatat hingga Kamis (8/10/2026) pukul 13.00 WIB, terdapat sedikitnya 15 penerbangan yang terdampak. Jarak pandang di area landasan pacu dilaporkan turun drastis hingga tersisa 400 meter, jauh di bawah batas aman operasional penerbangan.
 
Baca Juga: Gebrakan Baru Ekonomi Aceh: Bea Cukai Lhokseumawe Resmi Melegalkan Pabrik Rokok Lokal

General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengonfirmasi bahwa langkah penundaan diambil demi mengutamakan aspek keselamatan udara.
 
Pesawat delay akibat kabut asap di Palembang. (Threads.com/@hevarafa)

“Penundaan keberangkatan yang disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” ujar Ahmad Syaugi Shahab dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (8/10/2026).

“Jarak pandangnya hanya 400 meter siang ini. Penundaan ini terjadi akibat visibility below minimal atau jarak pandang di bawah standar minimal penerbangan yaitu 600 meter,” pungkasnya.
 
Baca Juga: Akselerasi Ekonomi Ngawi, Kanwil Bea Cukai Jatim II Terbitkan Izin Fasilitas Cepat

Peristiwa ini menandai kali ke-8 secara berturut-turut gangguan penerbangan melanda Bandara SMB II Palembang akibat paparan kabut asap pekat.

Dampak buruk ini memicu gelombang keluhan warga dan calon penumpang di media sosial. Di platform Threads, sejumlah penumpang membagikan pengalaman tertahan berjam-jam hingga situasi penumpukan massal di area terminal.

“Semua flight delay. Semua ruang tunggu, mau resto sampai lounge pun full. Tadi sampai ada yang ditawarin refund karena ga bisa terbang, semua gara-gara asap,” tulis akun Threads @vinadenia.

Keluhan senada disampaikan pengguna lain yang menyoroti terhentinya jadwal penerbangan dari dan menuju Palembang sejak pagi hingga sore hari.
 
Baca Juga: Gempur Penyelundupan Jalur Laut, Bea Cukai Tembilahan Gagalkan Sabu Malaysia Senilai Rp4,28 Miliar

“Penerbangan GA101 tanggal 8 Oktober 2026 pagi pukul 09.22 WIB setelah tertunda sejak pukul 06.30 WIB. Ternyata setelah penerbangan ini, tidak ada penerbangan dari dan ke Palembang sampai sore,” tulis akun @kik******i.

Tak hanya penundaan di darat, bahaya kabut asap pekat juga dirasakan penumpang di udara. Akun Threads @din******_ menceritakan situasi menegangkan saat pesawat yang ditumpanginya tak bisa mendarat.

“Pesawat sampai diputerin 30 menit karena enggak bisa landing akibat kabut asap yang parah banget. Sampai kapan nih kita menghirup asap ini? Kangen Palembang langitnya biru,” tulisnya.

Sementara itu, akun @vin****_ menyarankan calon penumpang untuk mengambil penerbangan paling pagi guna mengantisipasi pembatalan atau penundaan beruntun.
 
Baca Juga: Benteng Ekonomi RI, Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Pengawasan Bea Cukai Harus Lindungi Rakyat

“Penerbangan Palembang ke Jakarta delay semua, cuma ada flight di jam 6 tadi itu pun berangkat jam 8 pagi dengan kondisi asap gini. Better ambil penerbangan pagi guys, kalau emang perlu buat antisipasi,” tulisnya.

“Bener-bener setelahnya enggak ada flight, udah dari pagi sampe sekarang 15.55 WIB belum ada keterangan. Semoga bisa flights dengan aman dan nyaman kita semua,” sambungnya.

Guna mengantisipasi dampak keterlambatan lebih lanjut, pihak pengelola bandara mengimbau seluruh calon penumpang agar aktif berkoordinasi dan memantau status pembaruan jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing.

Tags

Terkini