tokoh

Mengenang Jose Pepe Mujica, Presiden Termiskin yang Mengguncang Dunia

Senin, 9 Maret 2026 | 19:06 WIB
Ilustrasi kehidupan Jose Pepe Mujica mantan Presiden Uruguay yang dikenal luas dengan julukan Presiden Termiskin di Dunia (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Dunia berduka atas berpulangnya salah satu tokoh paling ikonik dalam sejarah politik modern. Jose Pepe Mujica, mantan Presiden Uruguay yang dikenal luas dengan julukan "Presiden Termiskin di Dunia," mengembuskan napas terakhirnya pada tahun 2025 di usia 89 tahun.

Kepergiannya tidak hanya meninggalkan kekosongan di hati rakyat Uruguay, tetapi juga menutup babak sejarah tentang kepemimpinan yang berlandaskan asketisme dan integritas mutlak.

Mujica, yang menjabat dari tahun 2010 hingga 2015, bukanlah pemimpin biasa. Di tengah tren pemimpin dunia yang mengejar kemewahan dan protokoler ketat, Mujica memilih jalan yang kontras dan radikal dalam kesederhanaannya.

Baca Juga: Profil Budi Awaluddin, Nakhoda Digitalisasi dan Keterbukaan Informasi DKI Jakarta

Dari Sel Isolasi Menuju Puncak Kekuasaan

Perjalanan hidup Mujica adalah sebuah epik tentang ketahanan manusia. Sebelum dikenal sebagai negarawan, ia adalah seorang pejuang gerilya perkotaan dari kelompok Tupamaros yang menentang kediktatoran militer Uruguay. Perjuangannya harus dibayar mahal dengan penahanan selama hampir 15 tahun.

Sebagian besar masa tahanannya dihabiskan dalam sel isolasi yang gelap, sempit, dan tidak manusiawi. Namun, alih-alih hancur secara mental, Mujica justru menemukan pencerahan di balik jeruji besi.

Ia sering merefleksikan bahwa penderitaan tersebutlah yang membentuk filosofinya tentang kebebasan dan kemanusiaan.

"Malam-malam panjang di sel isolasi mengajarkan saya bahwa kebahagiaan bukan tentang akumulasi harta, melainkan tentang waktu untuk hidup," ungkapnya dalam satu kesempatan.

Baca Juga: Mengenal Sosok Birokrat Robert TP Siagian, Nakhoda Transformasi Kesejahteraan Sosial di Kota Bekasi

Simbol Kesederhanaan di Istana Tanpa Dinding

Ketika terpilih sebagai presiden, Mujica menciptakan preseden yang mencengangkan dunia internasional. Ia dengan tegas menolak untuk tinggal di Istana Kepresidenan Suarez y Reyes yang megah dan berlokasi di lingkungan Prado, Montevideo.

Sebagai gantinya, ia tetap menghuni rumah pertanian kecilnya yang reyot di pinggiran Montevideo bersama istrinya, Lucia Topolansky.

Gaya hidupnya menjadi perbincangan global karena beberapa hal unik:

  • Donasi Gaji: Mujica menyumbangkan sekitar 90 persen gajinya setiap bulan (setara dengan Rp140 juta — Rp160 juta saat itu) untuk program sosial, khususnya pembangunan perumahan bagi orang miskin.
  • Kendaraan Ikonik: Ia menolak limosin antipeluru dan lebih memilih mengendarai Volkswagen Beetle tahun 1987 yang sudah kusam.
  • Gaya Hidup Petani: Bahkan saat menjabat, ia tetap terlihat menyiram bunga dan bertani di sela-sela kesibukan kenegaraan, tanpa pengawalan ketat yang lazim bagi seorang kepala negara.

Baca Juga: Memahami Strategi dan Dedikasi Muhammad Solikhin dalam Mengawal Fiskal Kota Bekasi

Warisan Progresif dan Filosofi Hidup

Di bawah kepemimpinan Mujica, Uruguay bertransformasi menjadi laboratorium sosial yang berani.

Halaman:

Tags

Terkini

DPR: Wakil Rakyat Atau Debt Collector Pajak?

Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB