NAWACITAPOST.COM - Terkait dua kubu Pasangan Calon (Paslon) bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang mengklaim kemenangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nganjuk 2024, membuat semua kalangan menyorot hal tersebut.
Salah satunya yang ikut menyoroti proses Pilkada Nganjuk, datang dari Guru Besar Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, Jawa Timur, yaitu Prof. Dr. Sumarji, SP., MP., dikarenakan dua kubu paslon yang saling mengklaim kemenangan, berdasarkan data yang dimilikinya.
Baca Juga: Paslon Nomor Urut 01 Dilanda Banjir Ucapan Selamat, Salah Satunya dari Gus Iqdam
Pada berita tayang sebelumnya dengan judul "Proses Rekapitulasi Suara Pilkada Nganjuk Berproses, Indikasi Kecurangan Terjadi di Sejumlah TPS" dikutip dari situs media srtv.co.id terindikasi adanya kecurangan dalam proses penghitungan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Prof Sumarji menyampaikan ucapan selamat kepada warga Nganjuk yang telah melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk periode 2024-2029.
Baca Juga: Proses Rekapitulasi Suara Pilkada Nganjuk Berproses, Indikasi Kecurangan Terjadi di Sejumlah TPS
"Selamat pagi warga Nganjuk yang saya cintai, ini luar biasa sekali kita barusan pesta demokrasi dalam rangka Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Wakil Bupati Nganjuk periode 2024-2029, meskipun dalam perjalanannya ada dua paslon yang saling mengklaim kemenangan," ucap Wakil Rektor I Universitas Kadiri itu kepada wartawan Nawacitapost.com, di kampus 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kusuma Negara, Baron, Nganjuk, pada Selasa (3/12/2024).
Menurut Prof Sumarji hal tersebut merupakan bagian dari sebuah dinamika politik.
"Yang jelas paslon masing-masing pasti punya tim sukses dan data, kalau toh ada salah satu atau dua-duanya saling ngeklaim kemenangan, yang jelas dia sudah bisa meraba dalam hatinya, dalam faktanya suaranya berapa, sehingga dia paling ngeklaim kemenangan," kata Guru Besar Ekonomi Pembangunan dan Agribisnis Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Kadiri, Kediri, Jawa Timur ini.
Baca Juga: Tim Paslon 03 Telah Selesai Lakukan Rekapitulasi C-1, Marhaen - Handy Unggul dengan 40,69%
Prof Sumarji mengatakan, dari analisis kami secara ilmiah, yang bisa dihitung tahapan pertama adalah C-1 dari masing-masing TPS, yang jelas masing-masing paslon itu punya saksi dan tim sukses yang mengawal di masing-masing TPS, Desa, hingga Kecamatan, lah dari situ tidak ada dusta di antara tim suksesnya mereka.
"Mereka saya rasa sudah tahu, karena pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk itu betapa kecilnya, dibandingkan dengan pemilihan Presiden, dan bisa dihitung jari, baik suara dari masing-masing TPS, hingga Desa. Sehingga tingkat kevalidannya tinggi sekali dan mereka sudah disumpah untuk jujur," tutur Atase Pendidikan Perguruan Tinggi ASEAN itu.
Lanjut Prof Sumarji, Di era keterbukaan, kalau toh sampai perhitungannya enggak jujur, ya nanti mesti kena masalah dengan hukum.