NAWACITAPOST.COM — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Setara Indonesia (PASTI) Provinsi Papua Barat Daya menorehkan pencapaian politik monumental usai sukses menggelar pelantikan dan pengukuhan kepengurusan serentak dari tingkat provinsi hingga enam kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Keberhasilan konsolidasi organisasi secara masif ini memantik gelombang apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya dari berbagai elemen masyarakat serta kalangan pejabat daerah.
Rangkaian agenda megah ini dimulai sejak kedatangan jajaran pimpinan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PASTI di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Rabu (30/9/2026).
Ketua Umum PASTI Ruyandi Hutasoit dan Sekretaris Jenderal PASTI Dwi Urip Premono disambut hangat melalui prosesi adat Nusantara berupa tarian tradisional yang sarat makna kebudayaan, serta penganugerahan dan pemakaian topi mahkota cendrawasih saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah Sorong.
Dari bandara, rombongan petinggi partai berjuluk PASTI tersebut diantar menuju Hotel Vega Kota Sorong—yang menjadi pusat lokasi penyelenggaraan—untuk menyantap hidangan sarapan pagi yang lezat dan sehat.
Usai beristirahat sejenak, Ketum dan Sekjen PASTI diarahkan menuju ruang transit VIP sembari menunggu kedatangan tamu kehormatan, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.
Penyerahan bendera PASTI dari KETUM kepada Ketua DPW Papua Barat Daya. (Istimewa)
Suasana haru dan khidmat menyelimuti aula utama ketika panitia mempersilakan seluruh tamu undangan memasuki ruangan. Jalannya perhelatan diawali dengan pemaparan visi, misi, serta profil partai oleh Sekjen Dwi Urip Premono.
Acara kemudian dibuka secara resmi melalui ibadah bersama yang diisi dengan penyampaian Firman Tuhan langsung oleh Ketum Ruyandi Hutasoit.
Dalam sambutannya, Ruyandi mengutip kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Kitab Roma Bab 13 Ayat 1 dan 2 sebagai fondasi doktrin politik partai.
"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah," kata Ruyandi.
Ia melanjutkan penegasannya mengenai sanksi spiritual dan hukum bagi siapapun yang membangkang terhadap otoritas yang sah.
"Jadi siapa yang melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya," ujarnya.
Ruyandi menegaskan kembali bahwa nilai dasar keberadaan PASTI adalah menjunjung tinggi penghormatan dan ketundukan kepada pemerintahan yang berkuasa sebagai bentuk ketaatan atas perintah Ilahi.
"PASTI tidak mengajarkan demo melawan pemerintah, apalagi yang bersifat anarkis. Namun bagaimana jika kita mendapati pemerintah yang tidak baik? Yang kita lakukan adalah memberikan koreksi dengan menyampaikan solusinya," tegasnya.
Lebih lanjut, pimpinan tertinggi PASTI tersebut menguraikan prasyarat moral dan intelektual yang wajib dimiliki oleh setiap kader dalam mengawal jalannya roda pemerintahan.
"Artinya, kita harus memiliki kompetensi untuk melakukan koreksi, disamping integritas dan dedikasi bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan negara," jelas Ruyandi.
Di tempat yang sama, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang hadir secara langsung menyampaikan pidato sambutan penuh kehangatan.
Elisa mengucapkan selamat atas pelantikan dan pengukuhan seluruh jajaran pengurus DPW maupun DPC-DPC se-Papua Barat Daya yang dilantik langsung oleh DPP PASTI.
Dalam sambutannya, ia mengimbau para pengurus untuk segera bergerak cepat, bekerja keras, serta menjalin soliditas lintas sektoral guna mewujudkan cita-cita perjuangan partai.
"PASTI harus masuk dalam sistem politik di negara ini. Kalau kita mau memperbaiki dan membangun daerah kita, negara kita, supaya masyarakat sejahtera maka kita harus masuk ke politik karena begitulah caranya," jelas Elisa.
Orang nomor satu di Papua Barat Daya juga memberikan dorongan moral yang kuat kepada seluruh umat Kristiani di wilayah Papua Barat Daya agar tidak tabu berpolitik dan berani mengambil peran strategis di dalam partai politik demi mewarnai penentuan arah kebijakan publik.
"Para pengurus, anggota, dan kader harus bekerja sama, saling membantu, jangan cuma mau urus diri sendiri, apalagi berharap bantuan dari DPP atau pihak mana pun. Kalian harus mau berkorban. Contohlah dan belajarlah dari Yesus. Dia anak Allah yang mau berkorban untuk keselamatan kita," tambah Elisa.
Dukungan penuh juga mengalir langsung dari jajaran pengurus pusat.
Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPP PASTI, Otoli Zebua, menyambut baik dan menyampaikan ucapan selamat atas kesuksesan pelantikan pengurus DPW dan DPC se-Provinsi Papua Barat Daya.
Otoli menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dan soliditas usai agenda pengukuhan ini.
"Ingat, perjuangan kita masih panjang. PASTI adalah rumah besar kita bersama," tegas Otoli Zebua memberi semangat.
Seluruh rangkaian prosesi bersejarah ini ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antarpengurus, tamu undangan, dan kader. Perhelatan berakhir dalam balutan suasana yang membara penuh semangat, sukacita, dan kedamaian, menandai babak baru kiprah politik PASTI di Tanah Papua.