politik

Kapan Warisan Keraton Yogyakarta Dipulangkan Inggris?

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:18 WIB

Karena itu, persoalan sebenarnya justru membutuhkan penelitian provenance—menelusuri riwayat setiap benda sejak pertama kali dibuat, dimiliki, dipindahkan hingga akhirnya masuk ke museum.

Ketika Warisan Budaya Menjadi Daya Tarik Museum

Di sisi lain, keberadaan artefak asli memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar nilai sejarah.

Keaslian benda menjadi modal simbolik bagi sebuah museum. Benda yang memiliki sejarah panjang dan dapat ditelusuri hingga suatu kerajaan atau peradaban tertentu akan menjadi daya tarik bagi pengunjung.

British Museum merupakan salah satu contohnya.

BBC mencatat museum tersebut menerima 6.479.952 pengunjung sepanjang 2024, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan 2023.

Jika angka tersebut dirata-ratakan sepanjang tahun, jumlahnya mencapai sekitar 17.750 kunjungan per hari.

Memang, tidak berarti seluruh pengunjung datang khusus untuk melihat koleksi Indonesia. Namun, angka tersebut menunjukkan betapa besar nilai ekonomi dan simbolik yang dapat dihasilkan sebuah institusi ketika memiliki koleksi sejarah dunia.

Di sinilah muncul pertanyaan etis:

Jika sebuah benda merupakan bagian penting dari identitas dan sejarah masyarakat tertentu, apakah cukup hanya dengan mendigitalisasikannya ketika benda aslinya tetap berada di negara lain?

Museum Universal versus Hak Negara Asal

Perdebatan tersebut bukan hanya terjadi antara Indonesia dan Inggris.

Dunia museum selama beberapa tahun terakhir menghadapi tuntutan semakin besar dari negara-negara asal artefak untuk melakukan restitusi atau repatriasi.

Di satu sisi, sejumlah museum besar di Eropa menggunakan konsep “universal museum”, yakni gagasan bahwa koleksi dari berbagai peradaban dapat dipelajari dan dinikmati masyarakat dunia dalam satu institusi.

Di sisi lain, negara asal mempertanyakan legitimasi kepemilikan benda yang diperoleh dalam konteks kolonialisme, peperangan, ekspedisi, maupun penguasaan politik.

Indonesia pun berada dalam perdebatan tersebut.

Khusus untuk Yogyakarta, persoalan menjadi semakin sensitif karena menyangkut warisan Keraton dan sejarah pemerintahan Hamengkubuwono II.

Halaman:

Tags

Terkini

Kapan Warisan Keraton Yogyakarta Dipulangkan Inggris?

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:18 WIB