"Saya kira tidak perlu saya jelaskan panjang lebar. Dinamika ini sudah menjadi konsumsi publik media sejak beberapa bulan silam, tepatnya sejak Desember 2025," ucapnya menutup pernyataan.
Baca Juga: Oknum ASN Disnaker Terjaring Penggerebekan di Rumah Kontrakan, Kadisnaker Nganjuk Angkat Bicara!
Hingga berita ini diturunkan, konflik internal PPP tampaknya masih jauh dari kata damai. Dengan ratusan kursi kepengurusan yang kini kosong atau diisi oleh pelaksana tugas, masa depan partai tertua di Indonesia ini berada di ujung tanduk, terjepit di antara ambisi kekuasaan pusat dan perlawanan dari daerah yang merasa dikhianati.
Apakah PPP akan mampu bertahan dari badai internal ini, ataukah "rekor" pemecatan massal ini akan menjadi lonceng kematian bagi eksistensi sang rumah besar umat Islam?