Dalam eksposenya, Petrus Loyani juga membandingkan sikap Prabowo dengan Menteri BUMN, Erick Thohir, yang telah mengambil langkah konkret dalam memberantas korupsi di berbagai perusahaan BUMN.
"Pak Erick Thohir sudah membersihkan banyak direksi BUMN yang terlibat dalam praktik korupsi dengan bekerja sama dengan Kejaksaan Agung," ujar Petrus.
"Masuk semua itu Direksi direksi petinggi-petinggi BUMN itu. siapa? Katakan saja di PLN, di Jiwasraya, ada di Asabri, di Garuda dan sebagainya. Nah itu langkah konkrit dari pak Erick Thohir untuk memberantas korupsi, jadi ada tindakan melangkah kepada proses hukum," terangnya.
Petrus Loyani juga mencatat perbedaan dalam sikap antara Prabowo dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD yang sekaligus menjadi Calon wakil Presiden 2024 mendampingi Calon Presiden Ganjar Pranowo.
Mahfud MD telah mengungkapkan beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi dan secara tegas mendukung penegakan hukum terhadap pelaku.
"Beliau (Mahfud MD, red) mengungkapkan tentang Fakta ada 349 triliun TPPU di Kementerian Keuangan, ada penyelundupan 3 setengah ton emas, ada juga asabri, Jiwasraya dan sebagainya," kata Petrus.
"Ada juga yang di swasta Indosurya beliau dorong semua masuk ke dalam proses penegakan hukum dan semuanya Dipenjara," katanya.
Petrus mengajak masyarakat menunggu bagaimana komitmen Pak Prabowo. "Jadi jangan lip service, jangan hanya ngomong antikorupsi, tetapi tidak ada tindakan nyata. Bagaimana kita percaya pada komitmen bapak tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi itu."