NAWACITAPOST.COM - Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang, Saiful Huda Ems turut menanggapi Denny Indrayana yang dilaporkan ke polisi terkait cuitannya yang dianggap membocorkan rahasia negara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang sistem pemilu legislatif kembali menjadi proporsional tertutup.
Saiful Huda Ems mengatakan bahwa adanya informasi Denny Indrayana terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).
“Jadi pasti yang dimaksudkan Denny dari awal penyebaran hoaxnya, itu info dari pejabat di MK atau di MA”, ujar Saiful Huda EMS dalam keterangan persnya.
Selanjutnya, Saiful Huda EMS memaparkan kalau Denny Indrayana hanya melontarkan pendapat tak sesuai fakta lantaran bicaranya tak logis serta tak bisa dipertanggung jawabkan.
Mengingat MA misalnya, menunjuk hakim siapa yang akan mengadili Peninjauan Kembali (PK) Pak Moeldoko saja belum, kok Denny sudah bicara ngelantur soal rencana putusan MA.
Oleh karena itu, Saiful Huda EMS menuding kalau Denny Indrayana itu dianggap seperti profesi seorang peramal alias dukun.
“Saya menduga Denny Indrayana ini sejak awal memang sengaja memprovokasi rakyat untuk selalu curiga dan benci pada Presiden Jokowi”, kata Saiful.
Meskipun Denny Indrayana sudah memberikan klarifikasi lewat siaran pers. Saiful Huda EMS menduga kalau Denny itu dalam keadaan terdesak dalam menerima berbagai hujatan dari masyarakat.
“Denny rupanya telat mikir (Telmi), bahwa ternyata tuduhannya yang mengada-ada (hoax dan fitnah) soal mendapat info valid itu ternyata berakibat hukum. Bukankah sangat tidak masuk akal, tukang becak, tukang es cendol memiliki info valid soal rencana putusan MK dan MA?," papar Saiful Huda EMS.
Terkait perihal tersebut, Saiful Huda EMS menyebut kalau Denny Indrayana sedang kelabakan binggung karena mengalami kebuntuan pola pikirnya. Pasalnya, Denny sudah melempar isu miring ke publik tapi argumentasinya tak logika bahkan terkesan dangkal, tak rasional dan tak bertanggung jawab.
“Ini semua mungkin saja terjadi karena Denny Indrayana tak lain dan tak bukan, hanyalah Intelektual Corong SBY yang suaranya tak lagi didengar dan tak lagi berwibawa. Denny Indrayana harusnya banyak beristighfar” pungkas Saiful Huda EMS. (****)