Jumat, 5 Juni 2026

Kepulauan Nias Menjadi Provinsi, Anton Anotona Zagoto : Caleg dari Kepni untuk Dapil Sumut II ke Senayan

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 17 Mei 2023 | 09:38 WIB
Anton Anotona Zagoto. Foto tangkapan layar podcast Nawacita Politik TV, belum lama berselang.
Anton Anotona Zagoto. Foto tangkapan layar podcast Nawacita Politik TV, belum lama berselang.

Jakarta, NAWACITAPOST.comPulau terluar, terpencil, termiskin, dan terdiri dari 4 Kabupaten dan 1 Kota itu adalah syarat terbentuknya sebuah provinsi. Dan daerah Kepulauan Nias (Kepni) punya syarat tersebut, jelas Anton Anotona Zagoto dalam podcast di Nawacita Politik dengan topik Mungkinkah Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias Terwujud 2024? Dengan 2 narasumber lainnya; Agustus Gea, dan Barugamuri Dachi.

Baca Juga : Setelah 2024, Agustus Gea : Sangat Mungkin Kepulauan Nias Menjadi Provinsi


Anton melanjutkan, “sebelum saya masuk di kepulauan Nias, saya ambil contoh negara lain. Negara kita ini kan negara kepulauan , terdiri dari 17.000 lebih pulau yang ada di NKRI. Kalau hari ini bikin jalan tol dari pulau Jawa,Sumatera, Kalimantan dan sebagainya itu tidak akan nyambung ke Nias, dan tidak dinikmati oleh masyarakat Nias disana, karena kita ini kan negara kepulauan.”

Baca Juga : Sejarah Terbentuknya BPP Provinsi Kepulauan Nias Diseminarkan


“Bayangkan dengan jalur sutera yang punya China, saya punya teman di sana,saya  tanya, pabrikmu disana apa, dia jawab pabrik kaus kaki, saya bilang ke dia, ah kaus kaki doang, tapi dia jawab setiap kirim ke Eropa 60 truk. Karena China kalau bangun satu kali, dia akan terus bangun sampai ke ujung,” jelasnya.

Mari kita lihat di pulau Jawa, begitu ramai, tapi berbeda dengan yang di pulau Sumatera, padahal itu hanya dibatasi laut atau selat sunda sekian kilometer. Kita masuk ke Nias, Nias adalah pulau kecil di ujung Sumatera. Kita (Nias) sangat diujung, posisi geografisnya sangat berat, karena gak ada lagi manusia disebelah kita. Mau gak mau, semua harus sistem otonomi. Otonomi ekonomi, otonomi politik, otonomi keuangan, otonomi perusahaan-perusahaan masuk di sana (Kepni) dan otonomi bidang lainnya. Termasuk peluang Ono Niha masuk disana (DPR RI), tuturnya.

“Dalam rangka itu, maka tadi yang dijelaskan pemekaran Nias menjadi Provinsi. Ketika kita mekar (Nias menjadi Provinsi) saat itu seandainya diketok palu, kita menangis semua, motivasinya bukan karena saya dapat jabatan A, B, dan C, tapi motivasinya daerah saya, kemiskinan akan keluar dari yang sekarang. Waktu itu betul kita menyiapkan. Pak Ama Tara (baca : Agustus Gea) tadi mengatakan di sidang paripurna DPR RI kala itu, kita sudah siap, yang mungkin tidak kita siapkan, sapu tangan kalau kita nangis. Bahkan itu akan terjadi spontan kita menangis tanda sukacita, bahwa Kepulauan Nias menjadi provinsi itu betul adanya,” jelasnya.

Jadi bukan karena zamannya pemekaran kita ikutan, tidak seperti itu. Daerah ini (Kepni) harus otonomi, kalau nggak kita nggak akan menikmati jalan tol, kita tidak menikmati itu kereta api, kita tidak menikmati semua itu, karena itu berada pada pulau terpencil, dan tidak salah UU nya, bahwa prioritas utama itu adalah daerah terluar. Dan kepni masuk dalam bagian daerah terluar. Oleh karena itu, semangat itu tidak boleh kita padamkan, harus diwariskan dari generasi ke generasi.

Generasi nanti yang akan masuk di DPR RI, tolong titip pesan akan hal ini. Dari generasi ke generasi itu lebih penting dari perpolitikan nasional, karena itu akan turun temurun ke generasi berikutnya akan menikmati pembangunan sebagai bagian  dari republik ini untuk menikmati itu. Semua kita ada semangat untuk hal itu.Visi itu harus kita tetapkan bersama.

“Semoga setelah 2024, tadi sudah disinggung bagaimiana waktu diseminarkan, dan narasumbernya kala itu Ganjar Pranowo sebagai anggota DPR RI Komisi II, yang sekarang menjadi Calon Presiden, dan dokumen itu ada, dan kalau benar itu terjadi, kita menggugah kembali, bahwa dulu loh pak (Ganjar Pranowo), dan saya pikir Tuhan akan memakai seluruh jalan, jika itu kehendaknya, harap Anton

Terkait hal lainnya, karena jujur di Kepni perusahaan swasta jarang masuk, padahal majunya suatu bangsa karena salah satunya ada perusahaan swasta yang mau berinvestasi, dan kalau itu terjadi pemekaran Kepni menjadi Provinsi, maka Kepni tidak masuk dalam Dapil Sumut 2, melainkan sudah bisa menjadi Dapil sendiri dan meloloskan 4- 6 anggota DPR RI, ditambah 4 anggota DPD RI, tegasnya.

Menurutnya, jadi betapa pentingnya pemekaran (Kepni menjadi Provinsi) bukan karena kita tidak fobia tentang pemekaran provinsi, tetapi ini doa dari seluruh masyarakat 4 Kabupaten dan 2 Kota di Kepni. Oleh karena itu memperjuangkan kearah itu, tidak datang dari langit, golkan caleg dari Kepni untuk Dapil Sumut 2 gol (masuk) ke Senayan, dan mereka berbunyi untuk pemekaran provinsi. Ketika pemekaran itu dibuka ada orang kita di sana (DPR RI) ada yang menyampaikan ada yang memperjuangkan.

Poinnya, pemekaran (Kepni menjadi provinsi harus diperjuangkan secara politik di DPR, dan kita butuh caleg dari Kepni untuk Dapil Sumut 2 lolos ke Senayan, dan memperjuangankan hal ini), pungkas Anton.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB