Jakarta, NAWACITAPOST.com – Hubungan Anas Urbaningrum dan Gede Pasek Suardika, lebih dari sekedar pertemanan dan boleh dibilang sudah seperti saudara. Pasek merupakan sahabat Anas yang berada dalam keadaan suka dan duka. Suka, ketika Anas menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, Pasek pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI. Duka, ketika Anas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Pasek ikut dicopot sebagai Ketua Komisi III DPR RI.
Baca Juga : Kekuasaan sebagai Presiden Diduga Digunakan SBY Menyingkirkan Marzuki Ali, Anas Urbaningrum, dan Antasari Azhar
Bahkan, dikatakan lebih dari saudara. Menjelang pemanggilan Anas menjadi tersangka oleh KPK. Pasek yang menemaninya menuju gedung KPK. Pasek pula yang menunggu Anas sholat Jumat sebelum ke KPK. Pasek pula yang mengendarai mobil Toyota Harier miliknya kala itu.
Bahkan, hubungan Anas dan Pasek tak pernah putus. Walaupun Anas dipenjara, Pasek dengan setia berkunjung ke lapas Sukamiskin (tempat Anas mendekam di penjara selama 9 tahun lebih) dan mengobrol sambil berdiskusi ringan.
Begitu pula saat Anas bebas dari penjara. Nama Pasek disebut oleh mantan Ketua Umum HMI.
Anas sudah 7 hari ini, telah menghirup udara bebas di luar Lapas Sukamiskin. Ikhtiarnya setelah bebas istirahat sejenak di Kota Bandung, dan berkunjung ke rumah ibunya di Blitar, telah dilaksanakannya.
Kini Anas telah berada di kediaman rumah pribadinya, kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Di Duren Sawit, obrolan politik partai internalnya (Partai Kebangkitan Nusantara atau PKN) dibahas terbatas.
Namun, sebelumnya Pasek yang saat ini menjadi Ketum PKN pernah berkata, "Anas bebas, posisi apapun di PKN terserah mas Anas yang memilihnya," ucapnya.
Jawaban Anas, masih dari Duren Sawit, Senin (17/4/2023). “Soal menjadi Ketum PKN, saya harus bicara dengan Pak Pasek dan kawan-kawan, perlu mendengar masukan dan berbagai hal yang diperlukan.”
Anas adalah tipe pemimpin yang selalu mengedepankan demokrasi dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk tentang dirinya yang selangkah lagi atau secara otomatis bisa menduduki orang nomor satu di PKN, tetapi itu dilakukannya dengan berbicara dengan pengurus PKN.
Yang jelas dan pasti kembali ke sosok dua sahabat itu. Anas pernah berkunjung dan tidur di rumah Pasek di Bali, sebaliknya Pasek pun demikian, yaitu pernah berkunjung dan tidur di rumah Anas.