Jakarta, NAWACITAPOST.com – “Saat ini (Pilpres 2024) jatahnya Pak Prabowo,”begitulah penggalan kalimat yang diucapkan Presiden Jokowi di HUT ke-8 Partai Perindo.
Baca Juga : Kinerja Menhan Prabowo, Herry Mendrofa: Sistem Pertahanan Indonesia Sudah Membaik
Presiden RI ke-7 itu menyampaikan dalam sambutan resmi, yang dihadiri para Ketum Parpol, termasuk Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
Efek dari ucapan Jokowi, pemilih yang memilih Prabowo jika, pemilu dilaksanakan pada Maret 2023 mengalami kenaikan sekitar 2% dari 17 % menjadi 19 % atau bila dikonversikan ke jumlah pemilih dalam angka mencapai 3,8 juta jiwa (bila mengikuti data dari KPU untuk pemilih 2024).
Terkait hal tersebut, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi biasa disapa Burhan, mengatakan, bahwa bentuk endorse Jokowi itu memberi kenaikan jumlah yang memilih ke Prabowo, jelas Jokowi seperti dikatakan Burhan.
Bahkan dalam berbagai kesempatan, Prabowo kerapa mendampingi kunjungan kerja Presiden Jokowui keberbagai daerah di Indonesia.
Burhan juga menyertakan dua kali survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, yaitu 9 -16 Februari 2023 dengan jumlah responden 1.200 orang, margin erornya 2,9 % dengan tingkat kepercayaan 95%. Sementara survei kedua oleh Indikator Politik terjadi pada 12 -18 Maret 2023 margin eror 3,5% tingkat kepercayaan masih 95 %.
Padahal, pemilih berbasis Islam telah meninggalkan Prabowo sejak 2019, ketiak Prabowo masuk dalam pemerintahan Jokowi, dan sebelum deklarasi Anies bakal Capres Oktober 2022.
Artinya, kenaikan jumlah pemilih Prabowo mengindikasikan, bahwa Prabowo memang dianggap tepat menggantikan Presiden Jokowi.