Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Saat Megawati Presiden. Jenderal Ryamizard Ryacudu KSAD, dan sudah resmi diajukan ke DPR sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Endiartono Sutarto.
Baca Juga : SBY Cocoknya Jadi Pemilik Klub Bola Voli, Ngurusin Politik Sudahlah
Megawati mengirim surat ke DPR pada 8 Oktober 2004, dan sidang paripurna DPR telah menyerahkan ke komisi 1 untuk mengadakan fit and proper test.
Rupanya upaya Megawati terhenti alias dijegal SBY. Sebagai Presiden pengganti Megawati, SBY tak mau Ryamizard jadi panglima TNI.
SBY pun melakukan berbagai cara, dengan menarik surat resmi yang diajukan Megawati, dan menetapkan kembali Jenderal Endiartono Sutarto sebagai Panglima TNI.
Penarikan surat SBY dari DPR, menimbulkan gejolak di DPR terutama dari Partai Golkar dan PDIP. Alasan parlemen, karena surat Megawati sudah dibahas di Paripurna, wakil ketua komisi 1 Effendy Choirie menyatakan surat SBY itu mempermalukan tiga pihak; Pertama secara psikologis surat itu bisa menimbulkan dampak permusuhan dengan Megawati Kedua surat itu juga mempermalukan Riam Wizard dan Ketiga SBY dituding telah melecehkan parlemen.
Dari peristiwa ini, SBY memang punya tabiat melakukan segala sesuatu didasari faktor suka atau tidak suka.