Kamis, 4 Juni 2026

Sudah 6 Kali Reshuflle Kabinet Dilakukan Jokowi, Diduga Besok yang ke-7

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 31 Januari 2023 | 16:02 WIB
Ketua Umum Partai NasDem bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.
Ketua Umum Partai NasDem bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Enam (6) reshuffle atau pergantian kabinet di era presiden Jokowi, dilakukan pada hari rabu; 12 Agustus 2015,  27 Juli 2016,  23 Desember 2020, 17 Januari 2018, 15 Agustus 2018, dan 15 Juni 2022. Reshuffle itu, tak pernah mengalami penolakan dari partai pendukungnya.

Baca Juga : Ngabalin dari Istana: Resuffle Kabinet Sudah Pasti, Bisa Bulan Ini


Kabarnya pada 1 Februari 2023 biasa disebut rabu pon akan melakukan reshuffle, bila besok terjadi, maka akan menjadi 7 kali.

Terkait reshuffle, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono ketika ditemui media di kawasan istana negara, menyampaikan bahwa meskipun mengetahui informasi perihal tersebut (reshuffle), dirinya enggan membuka ke publik.

"Walaupun tahu mohon maaf ya," ungkap Pramono.

Untuk diketahui, kabar Jokowi akan melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju santer terdengar belakangan ini. Jokowi juga disebut-sebut akan mengumumkan reshuffle tersebut pada Rabu Pon yang jatuh pada 1 Februari 2023.

Beranjak dari kabar santer terdengar tersebut. Ini dimulai, dari deklarasi bakal capres Anies Baswedan oleh NasDem yang tergabung dalam barisan koalisi pendukung Jokowi.

Hasil deklarasi, Jokowi tak hadir di HUT NasDem, karena sedang melakukan tugas kenegaraan di luar negeri (Thailand).

Surya Paloh (SP) mengontak pembantu presiden Jokowi, Luhut Binsar Panjaitan (LBP). Keduanya bertemu di London desember 2022.

Pulang dari negeri almarhum ratu Elizabeth, SP melakukan kontak dengan istana negara, untuk mau  bertemu dengan Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun merespon ajakan SP untuk bertemu. Disepakati, Kamis 26 Januari 2023, Ketua Umum Partai NasDem yang juga pemilik media grup ini bertemu Jokowi, di istana negara.

Pertanyaannya, apakah SP bersama Demokrat dan PKS ngotot melakukan deklarasi Anies sebagai Capres 2024.

Menilik dari dugaan-dugaan yang ada, SP ingin 3 Menteri NasDem direshuffle dengan harapan, bahwa deklarasi Capres Anies akan mengalami peningkatan karena dizolimi.

Namun, Jokowi sadar dan tahu. Mungkin hanya 2 menteri NasDem yang diiganti, dansatu (1) disisakan tetap di Kabinet Indonesia Maju.

Pasalnya, bila 3 Menteri NasDem diganti, maka itu sangat merugikan bagi Jokowi.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB