Kamis, 4 Juni 2026

Hubungannya Semakin Renggang dengan Ketum PDIP, Surya Paloh Sibuk Kampanye Politik Identitas Itu Baik

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:01 WIB
Foto : Tangkapan layar Trans TV dalam acara program berita  CNN Indonesia.
Foto : Tangkapan layar Trans TV dalam acara program berita CNN Indonesia.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Berbagai cara dilakukan Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, untuk menjelaskan soal politik identitas.
Penjelasan Paloh, kemungkinan pada keputusan Rakernas Partai Nasdem yang merekomendasikan tiga (3) nama sebagai bakal calon Presiden di Pilpres 2024. Satu dari tiga nama itu, Anies Baswedan.

Baca Juga : Rakernas Partai Nasdem Usulkan 3 Nama Bacapres, Pengamat : Andika Perkasa Punya Kans Lebih


Gubernur Jakarta ke-17 yang akan mengakhiri kekuasaannya 72 hari ke depan, sebagai orang nomor Jakarta itu, yang dekat dan dipilih saat Pilkada 20017 oleh para pemilih yang jualan ayat dan agama.

Kembali ke Paloh, menyatakan dalam pidato politiknya di Universitas Brawijaya, akhir Juli 2022, menekankan bahwa politik identitas itu baik alias tidak selalu negatif.

Pasalnya, politik identitas, dalam sejarahnya, lahir dari perjuangan melawan diskriminasi dan ketidakadilan, ujar Paloh penuh percaya diri.

Paloh pun mengutip pernyataan Prof. Yudi Latief dalam suatu forum yang menyatakan bahwa politik identitas itu ada 3 kategori. Yaitu Good, Bad dan Uggly.

Good kata Prof Yudi seperti diucapkan SP adalah politik identitas yang mampu membangun identitas diri, dan menjadi pembeda dengan kelompok lainnya, dan tidak berlaku eksklusif, ujar Paloh.

Sementara praktek politik identitas yang buruk yakni ketika suatu kelompok bersikap eksklusif dan tak mau mengenal yang lain. Menurutnya, praktik politik identitas yang satu ini bakal merusak.

Nampaknya, Paloh ingin membela bahwa politik identitas yang melekat pada Anies tak selamanya buruk, ada sisi baiknya juga.

Namun, bila merangkum pendapat kebanyakan warga Jakarta, bahwa Anies dalam lima (5) tahun kurang 2 bulan kepemimpinannya di Jakarta, diduga banyak menimbulkan keheranan dan mungkin kemunduran dalam pembangunan berbagai bidang.

Bahkan bisa dibilang menimbulkan rasa ketakutan warga Jakarta, bagaimana eks kelompok FPI bisa leluasa bergerak bebas, dan aksinya selalu diduga cenderung destruktif.

Walaupun dalam hal ini masih terjadi pembelaan di kelompok pendukung Anies.
Selain adanya kampanye terus menerus dari Paloh tentang politik identitas itu baik, juga ayah dari Prananda Paloh itu masih belum membaiknya hubungan politiknya dengan Mega.

Namun, soal renggangnya antara Ketum Partai Nasdem dan Ketum PDIP, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali usai pendaftaran partai politik peserta Pemilu 2024, bahwa “tidak ada yang renggang antara Ibu Mega dan Pak Surya Paloh, bersahabat,” jelasnya.

Namun melihat rekam jejaknya antara Mega dan SP, sejak pelantikan Presiden Oktober 2019, tidak ada lagi pertemuan berdua antar Ketum Partai PDIP dan Nasdem, walaupun ad aitu hanya di Istana Negara, dengan sejumlah partai koalisi pendukung pemerintah, saat resfhuflle kabinet jilid dua.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB