Kamis, 4 Juni 2026

Dipecat IDI, Dokter Terawan Dibela Wakil Rakyat 

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 13 Juli 2022 | 09:02 WIB
Foto tengah (tangkapan layar kompas TV). Kolase
Foto tengah (tangkapan layar kompas TV). Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST. COM – Perseteruan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan Letjen TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, sampai saat ini belum mereda. Hal itu, dimulai pada tahun 2015, karena terapi cuci otak (Brainwash).

Padahal terapi cuci otak merupakan inovasi metode medis Terawan yang kala itu menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Soebroto serta Dokter Kepresidenan Republik Indonesia. Terawan mulai memperkenalkan inovasi itu sejak 2004 dan mulai banyak peminat tahun 2010, dan telah banyak menyembuhkan para pasien ternama dari berbagai profesi, termasuk juga masyarakat miskin,

Baca Juga : Vaksin Nusantara Masuk Jurnal Internasional, Terawan Angkat Suara


Alasan lainnya, hingga IDI masih berseteru atau masih belum mencapai titik temu sampai sekarang dengan Terawan, dan berujung pada pemecatannya sebagai anggota IDI, karena metode penyembuhan Digital Substraction Angiography (DSA), dan yang paling anyar melakukan promosi kepada masyarakat luas tentang Vaksin nusantara sebelum penelitiannya selesai.

Pada intinya DSA dari sisi medis sangat menguntungkan pasiennya. Banyak masalah saraf otak yang ditangani dengan metode ini, termasuk adanya tumor.

Banyak pasien ternama alias pejabat dan publik figur disembuhkan oleh metode DSA.
Sedangkan terkait vaksin nusantara, Terawan melalui wawancara ekslusif bersama Rosi di Kompas TV belum lama berselang, menjelaskannya.

Vaksin nusantara sudah ada di jurnal internasional, selain itu juga melibatkan ahli kedokteran dibidangnya dari universitas, jelas Menteri Kesehatan 2019 - 2020

Terkait ada penjelasan profesor yang tergabung di IDI ke DPR, Terawan hanya menjawab boleh itu profesor, tetapi kalau bukan bidangnya, yaitu radiologi, maka itu tidak tepat untuk menjelaskannya, tandas Terawan.

Bagi, Terawan dalam dunia medical, tidak boleh kita menggunakan medical politik, karena itu bisa menyalahi aturan yang ada.

Walaupun jabatan sebagai Menteri Kesehatan hanya diemban selama setahun (2019 -2020), Terawan tak menyesalinya, dan tak perlu mencari kambing hitam. Baginya, jiwa kedokteran dibidang riset untuk kesembuhan pasien itu yang utama.

Kini suami dari Ester Dahlia lulusan fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tahun 1990, lalu  S-2 Spesialisasi radiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya tahun 2004, dan lulusan Doktor (S-3) Unhas tahun 2013 ini, bersama tim kecilnya terus mengembangkan riset dibidang kesehatan, agar suatu saat nanti Indonesia tak perlu mengimpor banyak alat Kesehatan dan obat-obatan dari luar negeri.

Yang jelas IDI boleh memecat ayah dari Abraham Apriliawan Putranto, tetapi DPR membelanya. Sebab, bagi wakil rakyat yang terhormat itu, Terawan adalah aset bangsa dan negara yang perlu mendapat perhatian ekstra di bidang Kesehatan.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB